Papan Bunga di Kantor Dishub Medan: Apresiasi atau Sindiran? Realita Parkir Semrawut Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Fenomena papan bunga yang bertebaran di kantor Dinas Perhubungan Kota Medan di Jalan Pinang Baris menuai tanda tanya publik. Kehadiran karangan bunga tersebut dinilai tidak sekadar simbol ucapan selamat atau apresiasi, tetapi juga berpotensi menjadi bentuk sindiran halus terhadap kinerja pengelolaan parkir di Kota Medan.

Pasalnya, apresiasi yang ditampilkan melalui papan bunga itu dinilai berbanding terbalik dengan kondisi nyata di lapangan. Hingga kini, persoalan parkir semrawut masih menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan secara tuntas.

Beberapa titik bahkan menjadi contoh nyata lemahnya penataan. Di kawasan Sekolah Sutomo Medan, parkiran mobil kerap terlihat hingga dua lapis dan memakan badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas. Kondisi serupa juga terjadi di sekitar Kampus Global Prima Medan yang hampir setiap hari memicu kemacetan akibat parkir liar.

Baca Juga :  BULOG Sumut Tegaskan Tak Bisa Keluarkan Beras Tanpa Perintah Pemerintah dalam Situasi Bencana

Tak hanya itu, di depan Direktorat Jenderal Pajak kawasan Jalan Suka Mulia, pengendara sepeda motor bahkan dikenakan tarif parkir hingga Rp3.000. Praktik ini dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan serta potensi adanya pungutan yang tidak sesuai aturan.

Ketua Forum Pemerhati Aparatur Negara, Reza Nasution, menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius. Ia menilai penindakan yang selama ini dilakukan oleh Dishub masih terkesan seremonial dan belum menyentuh akar persoalan.

Baca Juga :  Sutrisno Pangaribuan "Menanti Radical Break Presiden Prabowo"

“Masih banyak pekerjaan rumah bagi Dishub Kota Medan, khususnya dalam pengelolaan parkir. Jangan sampai penindakan hanya sebatas pencitraan dan konten semata tanpa dampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan parkir bukan sekadar rutinitas, melainkan menyangkut ketertiban kota dan kenyamanan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas, konsisten, serta pengawasan berkelanjutan agar persoalan parkir liar tidak terus berulang.

Fenomena papan bunga ini pun kini menjadi refleksi publik—apakah benar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, atau justru sindiran terhadap kondisi yang belum kunjung membaik.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Keluhkan Pungli Parkir di CFN Medan, Rico Waas Instruksikan Tindakan Tegas
Sambut May Day, Rico Waas: Momentum Perkuat Sinergi Nyata Pemerintah dan Pekerja
273 Unit BRT akan Hubungkan Medan, Binjai dan Deliserdang Mulai Juni 2027
18 Ruas Jalan di Kota Medan Ditutup Hari Ini 29 Aril 2026
Sambut May Day, Rico Waas: Momentum Perkuat Sinergi Nyata Pemerintah dan Pekerja
Warga Keluhkan Pungli Parkir di CFN Medan, Rico Waas Instruksikan Tindakan Tegas
Fraksi PSI DPRD Medan Minta Wali Kota Evaluasi Kinerja PUD Pasar
Pasutri Asal Madina Tunaikan Rukun Islam Kelima ke Baitullah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:06 WIB

Warga Keluhkan Pungli Parkir di CFN Medan, Rico Waas Instruksikan Tindakan Tegas

Rabu, 29 April 2026 - 12:53 WIB

273 Unit BRT akan Hubungkan Medan, Binjai dan Deliserdang Mulai Juni 2027

Rabu, 29 April 2026 - 12:51 WIB

Papan Bunga di Kantor Dishub Medan: Apresiasi atau Sindiran? Realita Parkir Semrawut Jadi Sorotan

Rabu, 29 April 2026 - 12:48 WIB

18 Ruas Jalan di Kota Medan Ditutup Hari Ini 29 Aril 2026

Rabu, 29 April 2026 - 07:11 WIB

Sambut May Day, Rico Waas: Momentum Perkuat Sinergi Nyata Pemerintah dan Pekerja

Berita Terbaru