MEDAN,SUARASUMUTONLINE.ID – Perhelatan konser musik grup band legendaris Dewa 19 feat Ello dan Virzha di Medan berujung polemik. Alih-alih menjadi hiburan yang berkesan, acara ini justru mendapat kritik tajam terkait standar Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3) serta kesigapan panitia di lapangan.
Ketua Persatuan Buruh Peduli K3 (Prabu), Rasyid, mengecam keras penyelenggaraan acara tersebut. Ia menilai pihak penyelenggara (EO) abai terhadap keselamatan penonton yang membludak hingga terjadi aksi berdesak-desakan yang membahayakan nyawa.
Rasyid menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat manajemen kerumunan yang buruk. Ia bahkan membidik Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas terkait yang meloloskan izin acara tersebut tanpa pengawasan ketat di lapangan.
“Kita akan menuntut APH yang memberi izin, ini menyangkut keselamatan orang banyak. Jangan hanya bicara bisnis, tapi nyawa penonton diabaikan,” tegas Rasyid dengan nada tinggi kepada wartawan, Sabtu (11/4).
Kekecewaan ini dipicu oleh laporan adanya penonton yang terjepit dan mengalami sesak napas dalam kerumunan, namun tidak mendapatkan respon cepat dari tim medis yang bertugas.
Kritik pedas juga datang dari salah satu pengunjung bernama Putra. Ia menyaksikan langsung betapa amatirnya penanganan keamanan di lokasi saat mencoba menolong penonton yang lemas.
“Anehnya, tim bodyguard atau pengamanan malah mau mengangkat penonton yang lemas dengan selembar terpal. Ini sangat tidak manusiawi dan tidak sesuai standar evakuasi medis,” cetus Putra dengan nada kesal.
Tak hanya soal kerumunan, Putra juga menyoroti keberadaan antena pemancar sinyal raksasa yang diletakkan tepat di area penonton.
“Ini antena pemancar sinyal ada di lokasi konser. Kan bahaya juga ini, penonton bisa terkena dampak radiasinya secara langsung. Harusnya hal-hal teknis seperti ini diperhitungkan matang-matang oleh EO,” tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak penyelenggara acara maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan ancaman tuntutan dari Persatuan Buruh Peduli K3 tersebut. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi evaluasi besar bagi pihak kepolisian dalam mengeluarkan izin keramaian di masa mendatang.
Penulis : Yuli









