MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID-Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana longsor–banjir yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana alam di tiga wilayah tersebut.
“Langkah ini merupakan respons cepat Kemenimipas dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi di tengah situasi darurat,” ujarnya Minggu (7/12)
Agus menjelaskan, bantuan yang disalurkan antara lain 20 ton beras, 1.500 pasang pakaian dalam wanita, 3.120 pembalut, 3.000 diaper anak, 9.200 kaleng susu, 2.660 kaleng sarden, 1.000 dus mi instan, serta 2.000 kaleng biskuit.
“Seluruh bantuan kami distribusikan secara terkoordinasi agar tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat serta keluarga pegawai Kemenimipas yang turut terdampak. Dukungan kemanusiaan harus menjadi prioritas, terutama terkait keselamatan dan keberlangsungan hidup warga di daerah bencana,” katanya.
Agus menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, Kemenimipas memiliki kewajiban moral untuk membantu masyarakat terdampak longsor–banjir.
“Kita semua turut prihatin dan memiliki tanggung jawab sosial untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang hingga saat ini mungkin masih ada yang belum tersentuh bantuan. Ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan Bapak Presiden Prabowo,” ucapnya.
Untuk proses pengiriman bantuan, Kemenimipas bekerja sama dengan TNI AL. Seluruh paket bantuan diserahkan ke Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok sebelum dikirimkan ke tiga provinsi terdampak bencana.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dan pegawai Kemenimipas yang menjadi korban bencana alam. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan serta mengembalikan stabilitas. Kami juga memastikan semangat kebersamaan dan kepedulian tetap mengalir bagi masyarakat yang menghadapi masa sulit,” tutur Agus.
Penulis : Yuli









