SPPG Penyalur MBG SMAN 21 Medan Ungkap Permohonan Maaf Atas Paket MBG Pokat Mentah dan Kurma Bonyok

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Denai Binjai 2 Andriko Nuwari Asisi ST menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak SMA Negeri 21 Medan, terkait menu MBG Siswa SMA Negeri 21 Medan yang di protes oleh wali siswa pada 25 Februari 2025 yang lalu.

” Menindaklanjuti surat dari kepala sekolah SMA Negeri 21 Medan dengan ini saya mengklarifikasi makan MBG yang saya distribusi kan pada hari Rabu (25/2) berjumlah 942 porsi mengunakan totenbag sudah sesuai standar prosedur dengan paket MBG satu hari,namun ada beberapa buah alpukat yang ditemukan belum matang dan kurma 5 biji/pack dalam keadaan bonyok/lembek, dikarenakan dalam 1 totenbag berisi 30 porsi yang menurut saya kurma tersebut tertipah/terhimpit oleh isi totenbag yang banyak tersebut. Maka karena hal tersebut, saya mewakili SPPG) Medan Denai Binjai 2 meminta maaf kepada ibu kepala sekolah SMAN 21 Medan atas kejadian tersebut, kedepannya saya akan meningkatkan kualitas dan pelayanan MBG agar lebih baik seperti yang diharapkan oleh sekolah-sekolah yang menerima MBG dari SPPG kami,” urai kepala SPPG) Medan Denai Binjai 2 dalam surat tertulis nya kepada pihak Kepala Sekolah SMA Negeri 21 Medan (28/2).

Menanggapi hal tersebut, orang tua siswa yang protes dengan kwalitas pelayanan SPPG tersebut menyambut baik dengan harapan kedapanya pihak SPPG bisa lebih baik.

” Kita menyambut baik permohonan maaf SPPG tersebut, kami berharap agar kedepanya bisa lebih baik,” Kata orang tua siswa singkat.

Sebelumnya diketahui, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa siswi SMA Negeri 21 Medan pada bulan Ramadan 2026 menuai keluhan dari orang tua siswa. Paket makanan yang diterima dinilai tidak mencerminkan komposisi gizi seimbang dan kualitas penyajian yang layak bagi anak usia sekolah.Pendidikan

Baca Juga :  Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Kembali Terekam satu Frame Video Gong Xi Fat Chai bersama Kader Partai Gerindra Sumut 

Salah satu orang tua murid SMA Negeri 21 Medan, Yuli (45), mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu MBG yang diterima anaknya. Ia menyebut paket makanan hanya berisi roti kemasan 2 harga Rp.1500, kurma yang benyek, alpokat mentah.

Menurutnya, menu tersebut jauh dari harapan terhadap program yang mengusung pemenuhan gizi anak. Ia menilai paket makanan yang dibagikan lebih menyerupai makanan ringan ketimbang menu bergizi yang mampu menunjang kebutuhan nutrisi anak dan terkesan asal jadi dan ada saja.

“Anak saya mendapat roti 2, kurma bonyok, dan pokat mentah, udah itu saja. Sebenarnya sudah lama saya mau bersuara, tapi saya tahan, hari Senin mereka dapat telur bebek, dan telur bebek mentah, ada satu kelas 12 bahkan hampir rata telur bebek nya mentah, ada pula yang masak dan setengah masak. Menu bergizi apanya, anggarab Rp. 15.000 peranak apaan, bohong,” ujarnya, Rabu (26/2).

Yuli, mengakui pola makan anak memang mengalami penyesuaian selama Ramadan karena menjalankan ibadah puasa. Namun, ia berharap paket makanan yang dibagikan tetap memperhatikan kebutuhan gizi harian anak, terutama untuk mendukung aktivitas belajar di sekolah.

Ia menilai, jika paket tersebut diperuntukkan sebagai menu berbuka atau cadangan sahur, maka tetap harus mengandung unsur karbohidrat yang cukup, protein yang memadai serta vitamin dari sayur atau buah.

Secara umum, kebutuhan gizi anak usia sekolah yang sedang butuh asupan gizi mencakup karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, serta vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh. Komposisi menu yang hanya terdiri atas roti, pokat, dan kurma dinilai belum memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai pedoman konsumsi anak.

Baca Juga :  Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Tangani Infrastruktur

” Dan yang paling mengecewakan saya dengar dari anak-anak kalau asupan susu itu jarang sekali, sewaktu plt.Kepala sekolah yang lama nyaris jarang sekali ada menu susu. Setelah pergantian kepala sekolah yang baru baru lebih sering. Saya fikir, harusnya pihak sekolah lebih kritis untuk masalah pemberian MBG ini. Kalau gak masuk akal dengan angka Rp. 15.000 per anak menunya, kembalikan. Bukan diam saja. Dan ini sudah berlangsung lama loh, semenjak MBG masuk SMA Negeri 21 Medan, hanya saja ini yang terparah, ” tegas Yuli.Pendidikan

Ironisnya, saat hal tersebut dikeluhkan ke pihak orang tua, malamnya anak-anak mendapat wa berantai agar jika menu MBG nya tidak sesuai dan tidak baik harus melaporkan ke guru agar guru melaporkan ke pihak Sekolah dan MBG.

” Kenapa baru sekarang? Setelah ada temuan orang tua siswa baru geger, setelah orang tua siswa laporkan ke pihak Dinas Pendidikan dan Pemerintahan kota Medan? Selama ini kemana aja? Kenapa tunggu di protes. Inilah yang buat orang tua waswas dengan menu MBG, bukan tidak sedikit loh yang keracunan gara-gara MBG. Apa harus ada jatuh korban baru pihak sekolah protes? Pihak MBG pun Jangan karena letak sekolah SMAN 21 Medan jauh dari jangkauan terus suka-suka kalian buat menu, nyawa anak-anak taruhannya, kalau terjadi apa-apa gimana?, kalau tidak sanggup lambaikan tangan angkat bendera merah, ganti, Jangan hanya untuk kepentingan bisnis, anak-anak jadi korban, itu uang Negara, dan setau saya setiap pekan menu MBG itu dipriksa oleh Kepala sekolah, ini kok lolos,” tutupnya.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bekali Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Rantauprapat Perkuat 7 Sektor Program Pembinaan Kemandirian
Ikuti Rakor Aswakada Sumut, Wawako Tanjungbalai: Langkah Awal Tingkatkan Kontribusi Wujudkan Visi Kepala Daerah
7 Ketua PAC PPP Medan Ngamuk, Desak Mardiono Copot Ketua DPC Siluman
Camat Patumbak Dinilai Tutup Mata, Jalan Pertahanan Gelap Gulita dan Berlubang Ancam Nyawa Warga
PTPN IV Regional I Salurkan Rp417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III
Perumda Tirtanadi Raih Predikat INFORMATIF di Ajang KI Sumut Award 2026
Deli Serdang Bidik Biomassa Jadi Sumber Energi dan Penggerak Ekonomi Desa
MAN 1 Medan Gelar Speaking Test Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Bekali Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Rantauprapat Perkuat 7 Sektor Program Pembinaan Kemandirian

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Ikuti Rakor Aswakada Sumut, Wawako Tanjungbalai: Langkah Awal Tingkatkan Kontribusi Wujudkan Visi Kepala Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:54 WIB

7 Ketua PAC PPP Medan Ngamuk, Desak Mardiono Copot Ketua DPC Siluman

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Camat Patumbak Dinilai Tutup Mata, Jalan Pertahanan Gelap Gulita dan Berlubang Ancam Nyawa Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:33 WIB

PTPN IV Regional I Salurkan Rp417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III

Berita Terbaru