Jembatan Gantung Namo Suro Lama – Namo Tualang Rusak Parah, Pemkab Deli Serdang Tidak Respon

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, SSOL.ID – Kondisi jembatan gantung penghubung Desa Namo Suro Lama dan Desa Namo Tualang, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, sangat memprihatinkan dan siap menelan korban. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses cepat antar dua desa itu dibiarkan rusak, padahal setiap hari dilintasi warga, termasuk anak sekolah.

Warga menilai Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kurang peduli dan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat di perbatasan desa tersebut. Hingga kini, belum ada tanda-tanda pembangunan permanen yang dijanjikan.

“Kalau hujan, kami cemas luar biasa. Jembatan ini hampir hilang diterjang banjir bandang kemarin. Tapi belum ada perhatian serius dari Pemkab,” ujar warga.

Baca Juga :  Bobby Nasution, Nobar Piala Dunia Bersama Ribuan Masyarakat Nias

Jenari (43), warga Namo Tualang, mengatakan jembatan yang ada ini merupakan hasil swadaya masyarakat. Jika tidak lewat jembatan itu, warga harus memutar jauh melalui Kecamatan Delitua menuju Sibiru-biru, yang memakan waktu dan biaya, bang.

Senada, Kepala Desa Namo Suro Baru, Janial Ginting, saat di sambangi awak media Suara Sumut, sangat mendukung pembangunan jembatan untuk bisa di bangun secara permanen. Menurutnya, jembatan yang layak akan mempermudah akses pendidikan dan ekonomi.

Foto : Kepala Desa Namo Suro Baru, Janial Ginting. (dok)

 

“Anak sekolah lewat sini setiap hari dengan rasa takut. Hasil ladang juga sulit dibawa kalau jembatan seperti ini terus. Kami sangat berharap adanya perhatian Pemkab Deli Serdang dengan kondisi jembatan yang memprihatinkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Dilatih TNI-Polri Selama 60 Hari, 57 Pelajar Siantar Siap Kibarkan Merah Putih

Tambahnya, masyarakat sangat berharap Bupati dan Dinas terkait untuk segera turun langsung dan melihat kondisi di lapangan, bukan hanya menerima laporan dari atas meja. Jika dibiarkan, jembatan gantung yang miris ini bukan hanya menjadi simbol ketertinggalan pembangunan, tapi juga bisa menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi warga.

Warga menegaskan, pembangunan infrastruktur yang layak adalah hak masyarakat, bukan menjadi belas kasihan. (*)

Penulis : Dedi

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pejabat Strategis Polres Langkat Berganti
Wakil Bupati Deli Serdang Minta PPID Perangkat Daerah Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik
Bupati Deli Serdang Minta Edukasi Kebencanaan Menjangkau Seluruh Wilayah
Kajari Asahan Luncurkan Program Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Diajak Tak Takut Berkonsultasi
Korupsi Pembangunan RS Pratama Lologolu Mantan PPK Nias Barat Divonis 2 Tahun 
Mantan Kadis Sosial Dituntut 4 Tahun Penjara, Korupsi Bantuan Banjir Samosir
Kadis Damkarmat Deli Serdang Serahkan Satwa Liar Hasil Evakuasi ke BKSDA Provinsi Sumut 
PM Madina Desak APH Periksa Kades dan ASN Terlibat PETI
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tiga Pejabat Strategis Polres Langkat Berganti

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Minta PPID Perangkat Daerah Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Bupati Deli Serdang Minta Edukasi Kebencanaan Menjangkau Seluruh Wilayah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Korupsi Pembangunan RS Pratama Lologolu Mantan PPK Nias Barat Divonis 2 Tahun 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Jembatan Gantung Namo Suro Lama – Namo Tualang Rusak Parah, Pemkab Deli Serdang Tidak Respon

Berita Terbaru

Berita

Tiga Pejabat Strategis Polres Langkat Berganti

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:51 WIB