MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Dalam rangka memberikan apresiasi kepada siswa siswi SMK Negeri 8 Medan atas keberhasilannya meraih lisensi halal untuk prodak 50 produk makanan dan minuman yang telah dibuat oleh siswa dan siswi SMK Negeri 8 Medan.
SMK Negeri 8 Medan akan menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya & Inovasi serta launching marketplace sertivak halal 12 February 2026.
” Acara ini juga akan dirangkai dengan kegiatan Job Fair dan penandatanganan MOU dengan 40 industri serta peluncuran 50 produk makanan dan minuman bersertifikat halal, kegiatan akan dilaksanakan di halaman sekolah SMKN 8 Jl Dr Mansyur Medan, pada tanggal 12 February 2026 pukul 10.00- selesai, ” ulas Kepala SMKN 8 Medan Wilma Handayani SPd, MSi, Jumat (30/1).
Wilman juga menggatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan siswa yang cerdas dan pintar tetapi berkualitas secara akademis serta berbudi pekerti, berkarakter dan bertanggung jawab serta disiplin.
” Kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kita tinggal menunggu kabar kehadiran beliau, dalam kegiatan ini kita juga akan menjalin penguatan kemitraan dengan dunia usaha dunia industri (DUDI) sebanyak 40 pelaku usaha yang segera menandatangani kerjasama guna merekrut lulusan yang siap kerja, ” tambahnya.
Menurutnya, kemitraan sekolah dan DUDI dengan komunikasi terbuka, sehingga jelas diketahui apa kompetensi tenaga kerja yang diinginkan dan dibutuhkan oleh mitra-mitra tersebut.
“Lalu sekolah bisa mempersiapkan sesuai kebutuhan langsung bisa bekerja tak perlu ada lagi yang lebih berat dan ribet-ribet, karena itu sekolah sudah mempersiapkannya,” ujar tambahnya.
Saat ini, SMKN 8 Medan sebagai salah satu program SMK Pusat Keunggulan (PK) pemadanan dukungan yang hanya mengutamakan tiga konsentrasi keahlian industri. Salah satu programnya itu adalah Job Fair yang bertujuan untuk perekrutan siswa oleh mitra DUDI.
Dalam Job Fair 2026 di SMKN 8 40 mitra perusahaan membuka lowongan kerja bagi lulusan dan siswa sendiri Sebanyak kurang lebih 400 lowongan pekerjaan, untuk alumni-alumni yang belum dapat kerja di Kota Medan.
Pada kegiatan Job Fair ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama dengan 40 mitra DUDI.
“Kemitraan ini diharapkan supaya anak janganhanya cuma dipakai Peraktek Kerja Lapangan (PKL), selesai itu tak dipakai,” tambahnya.
Wilma mengatakan, Sebenarnya saat ini banyak siswa yang belum lulus, tapi sudah dipinang oleh industri untuk bekerja. Bahkan pencapaian tertinggi dari tamatan pariwisata menghasilkan desain produksi busana, kuliner, tata kecantikan kulit dan rambut dan perhotelan.
“Tahun ini siswi kita beberapa ada yang mendapat juara nasional di berbagai bidang ,” katanya.
Penulis : Yuli









