Mahfud MD Optimistis RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SSOL.ID – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan optimistis Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terkait Tindak Pidana dapat diselesaikan paling lambat pada 15 Desember 2026.

Optimisme tersebut muncul setelah pimpinan DPR RI menyatakan komitmen untuk menuntaskan pembahasan RUU yang telah menjadi sorotan publik selama bertahun-tahun tersebut.

Bahkan, pimpinan DPR RI menyatakan kesediaannya mengundurkan diri apabila RUU Perampasan Aset tidak disahkan dalam rapat paripurna hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Komitmen itu dituangkan dalam surat tertulis yang dibacakan Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, setelah perwakilan massa bertemu dengan pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Mahfud menilai komitmen tertulis tersebut menjadi alasan dirinya cukup optimistis RUU Perampasan Aset dapat disahkan pada Desember mendatang.

“Saya optimistis ya Desember ini, karena ini sudah 11 tahun dan sudah dijanjikan berkali-kali dan resmi ini pimpinan DPR yang tanda tangan,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube resmi Dahlan Iskan, dikutip Jumat (28/8/2026).

Menurut Mahfud, meskipun komitmen tersebut berkaitan dengan konsekuensi politik bagi pimpinan DPR, proses pembentukan undang-undang tetap membutuhkan tahapan setelah pengesahan.

Mahfud menjelaskan, apabila RUU Perampasan Aset nantinya disahkan pada Desember 2026, aturan tersebut tidak serta-merta langsung diterapkan secara penuh.

Baca Juga :  Modus Kadinsos Tebing Tinggi Korupsi Belanja BBM Subsidi: Bikin Struk Palsu

Menurut dia, masih diperlukan sejumlah peraturan pelaksanaan untuk menjalankan ketentuan dalam undang-undang tersebut.

Ia menyebut peraturan pelaksanaan dapat membutuhkan waktu hingga satu tahun setelah undang-undang berlaku.

Mahfud juga menyinggung kemungkinan adanya masa jeda sebelum ketentuan baru tersebut sepenuhnya diterapkan.

Dalam masa tersebut, menurutnya, masyarakat dapat diberikan kesempatan untuk mendata dan melaporkan aset yang telah dimiliki sebelumnya.

“Ini usul, belum diterima ya. Nah, sesudah tanggal pelaporan bersih itu lalu terjadi pertambahan-pertambahan aneh, rampas. Tapi ya nanti kita lihatlah pertimbangannya,” jelasnya.

Mahfud mengusulkan masa jeda sekitar enam bulan agar pemilik harta dapat melaporkan asetnya terlebih dahulu. Setelah masa pelaporan tersebut berakhir, pertambahan harta yang dinilai tidak wajar nantinya dapat menjadi bagian dari mekanisme penelusuran berdasarkan aturan baru.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membenarkan adanya komitmen pimpinan DPR untuk menyelesaikan pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.

Dasco bahkan menyatakan pimpinan DPR siap mengundurkan diri apabila target tersebut tidak tercapai.

Pernyataan itu disampaikan saat merespons tuntutan AMPB yang menggelar aksi di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (27/8/2026).

“Kami tidak ada prasangka, tidak ada kekhawatiran untuk kemudian memenuhi tuntutan teman-teman sekalian,” kata Dasco.

Dalam aksinya, AMPB mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 1,2 Miliar Eks Ketua KPU Tanjungbalai Mulai Disidangkan

Massa juga meminta adanya komitmen tertulis dari pimpinan DPR. Mereka menegaskan akan kembali menggelar aksi pada 15 Desember 2026 apabila RUU tersebut belum disahkan.

Dalam surat komitmen tersebut, DPR menyatakan bahwa RUU Perampasan Aset merupakan salah satu agenda legislasi penting untuk memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi sekaligus mendukung upaya pemulihan aset hasil kejahatan.

Pimpinan DPR juga berkomitmen mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam pembahasan, termasuk Komisi III DPR RI dan pemerintah, agar menjalankan setiap tahapan pembentukan RUU secara sungguh-sungguh, terukur, cermat dan efektif sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu poin utama dalam surat tersebut adalah target penyelesaian pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.

Pimpinan DPR RI juga menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai pimpinan maupun anggota DPR RI apabila hingga batas waktu tersebut RUU Perampasan Aset tidak disahkan dalam rapat paripurna.

Kini, komitmen tersebut menjadi perhatian publik. Setelah melewati proses pembahasan yang panjang, masyarakat menunggu apakah target 15 Desember 2026 benar-benar dapat diwujudkan atau kembali berakhir sebagai janji politik.

Sementara itu, proses pembahasan RUU Perampasan Aset masih harus melalui tahapan legislasi sesuai mekanisme pembentukan undang-undang sebelum akhirnya dapat disahkan dan diberlakukan.

Penulis : Rahmat

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Zero Halinar, Kalapas Binjai Sidak Blok Hunian Warga Binaan
Polda Sumut Kerahkan Tim Dokkes Bantu Warga Terdampak Erupsi Sinabung
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 968,6 Gram Sabu di Bandara Kualanamu
Kepala Cabang Bank BRI Kotapinang Dilaporkan ke Polda Sumut
Terbukti Pungli, Camat Medan Timur dan Lurah Aur Dicopot
Kejari Medan Masih Pikir-pikir Banding Terkait Vonis Bebas Dua Terdakwa Korupsi MFF
Kejati Sumut Siap Selidiki Dugaan Korupsi Rp23,2 Miliar di Kominfo Sumut, Modus Jual Proyek Disorot
Kejati Sumut Banding Terkait Vonis Bebas Purnawirawan Polri dalam Kasus Smartboard Tebing Tinggi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:03 WIB

Wujudkan Zero Halinar, Kalapas Binjai Sidak Blok Hunian Warga Binaan

Rabu, 2 September 2026 - 10:55 WIB

Polda Sumut Kerahkan Tim Dokkes Bantu Warga Terdampak Erupsi Sinabung

Rabu, 2 September 2026 - 10:47 WIB

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 968,6 Gram Sabu di Bandara Kualanamu

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Kepala Cabang Bank BRI Kotapinang Dilaporkan ke Polda Sumut

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Terbukti Pungli, Camat Medan Timur dan Lurah Aur Dicopot

Berita Terbaru