MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Seperti tidak ada jera dan takutnya, Lagi-lagi Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut Ikhrimah Hamidy terlihat ikut serta dalam kegiatan yang didalamnya terusung kader partai politik Gerindra Sumut. Bahkan, di tayangkan dalam Bingkai indah ucapan Gong Xi Fat Chai berupa klip video dan di sematkan di Instagram official Partai Gerindra Sumut.
” Dari sekian banyak kader Partai Gerindra Sumut, kanapa lah Direktur Air Limbah yang ikut dan terekam dalam pembuatan video klip Gong Xi Fat Chai yang didalamnya ada bendahara umum partai Gerindra Sumut, di sematkan pula di Instagram official Partai Gerindra sumut, kan kayaknya nantang. Jelas-jelas saat dia mengajukan diri/ mendaftar sebagai Dirut air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, dia sudah menandatangani perjanjian tidak akan terlibat dalam kegiatan partai politik dan organisasi kepemudaan mana pun, baru juga ketangkap kamera dia hadir pada acara HUT Partai Gerindra di gedung DPR RI ini dibuatnya lagi. Kan kayak nantang, ngerih kali dekingnya,” tegas Maruli Harahap koordinator Jaringan Pemuda Nusantara (JPN) pada suarasumutonline.id Selasa (17/2).
Maruli menilai, apa yang dilakukan oleh Ikhrimah Hamidy ini seolah-olah ingin menunjukan powernya. Kalau dia duduk dan didukung oleh partai penguasa. Jadi siapa pun tidak bisa menegur atau memperingati dia.
” Mungkin pikirnya, apapun yang dilakukannya, di tabraknya aturan itu, selama masih di dukung oleh partai Penguasa dia biasa aja, dan gak perduli. Lihat saja, seperti gak ada orang lain yang bisa ikut dalam vidio klip itu, seperti cuma dia satu-satunya, para pengurus partai pun saya lihat kayak bodo amat, tidak perduli aturan dan etika. Mereka partai penguasa, jadi ya sesuka hati mereka lah, gak kan mungkin ada yang berani negur mereka,” kesal nya.
Bagi Maruli, Gubernur Sumatera Utara harus segara mengambil tindakan atas hal tersebut diatas jangan seolah-olah melindungi yang salah dan lupa tupoksi kerjanya.
” kalau tadi buat klip Gong Xi Fat Chai dari PDAM Tirtanadi Sumut ya wajar, ini kan enggak, di PDAM Tirtanadi Sumut saja gak ada yang ikut-ikutan kegiatan partai, kolaborasi dengan anggota partai,ini dia terang-terangan foto, buat vidio seolah menentang keputusan Gubernur Sumatera Utara yang dalam pendaftaran sebagai direktur sudah tertera dengan jelas bahwa Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut tidak dibenarkan ikut kegiatan partai politik dan OKP mana pun, lah dia malah datang nyodorkan diri,” ujarnya.
Oleh karena itu, masih kata Maruli, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution harus tegas untuk segara memanggil dan memberi sangsi kepada yang bersangkutan.
” Saya pikir selain sangsi, rekomendasi pemecatan sudah wajar lah, karena posisi nya kan di bawah gubernur. Jangan sampai terulang lagi dan menjadi contoh buruk buat yang lain, seenaknya melangga aturan yang sudah di tetapkan. Kalau masih mau berpartai, lepas kan posisi Direktur Air Limbah, Sumut Tidak kekurangan orang-orang cerdas, beretika dan patuh pada pimpinan,” urainya.
Ditempat terpisah, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang di hubungin via telepon seluler dan pesan WhatsApp tidak menjawab pesan yang terkirim dan terbaca.
Sementara itu Ikhrimah Hamidy Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut yang dihubungi oleh suarasumutonline.id via pesan WhatsApp mengatakan bahwa vidio yang dibuat adalah vidio bersama Mira ( Media Indonesia Raya)
” Mira bukan milik Partai Gerindra, Saya tahu betul bagaimana proses terbentuknya Media Indonesia Raya..bahkan pengurusnya tidak di Gerindra, ” kata Ikhrimah.
Saat di sebut kan bahwa dalam Vidio klip tersebut juga ada bendahara umum partai Gerindra Sumut Meriawati Prastyo, Ikhrimah pun kembali berkelit.
” Ksb MIRA tidak ada di Gerindra, secara struktur pun tidak ada sangkut paut dengan Gerindra, kalau di dewan pembina atau penasehat bisa siapa saja, mirip seperti Metrotv dan Nasdem,” katanya lagi.
Sayangnya, vidio tersebut tersemat di official Instagram Partai Gerindra Sumut. Yang terakhir dilihat pada pukul 14. 35 WIB, sesuai dengan. Rekam tagkap layar Redaksi, Selasa (17/2). Dan setelah di konfirmasi ke berbagai pihak, sematannya pun hilang.
Penulis : Yuli









