TANJUNGBALAI – SSOL.ID – Penyatuan organisasi kepemudaan di Kota Tanjungbalai kembali menjadi perhatian. DPD KNPI Energy of Harmony Kota Tanjungbalai menegaskan bahwa persatuan pemuda tidak boleh berhenti pada pernyataan politik organisasi atau klaim sepihak, tetapi harus diwujudkan melalui proses rekonsiliasi yang terbuka, adil, demokratis, dan melibatkan seluruh OKP.
Plt. Ketua KNPI Energy of Harmony Kota Tanjungbalai, Muhammad Azri, SH, menyatakan pihaknya sepakat agar perbedaan dan konflik di tingkat pusat tidak terus dibawa menjadi persoalan di daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa seruan persatuan tidak boleh digunakan untuk mengabaikan proses konsolidasi yang menyeluruh.
“Kami sepakat, jangan membawa perpecahan di tingkat pusat ke daerah. Tetapi, persatuan juga tidak bisa dibangun hanya melalui klaim aklamasi sepihak tanpa rekonsiliasi dan keterlibatan seluruh OKP secara utuh,” tegas Muhammad Azri, Rabu (28/10).
Menurutnya, MUSDA harus memberi ruang partisipasi kepada seluruh OKP yang memiliki hak dan kedudukan dalam KNPI. Ia menilai masih ada OKP yang merasa memiliki hak sah namun belum dilibatkan penuh.
“Kalau memang tujuannya membangun persatuan, maka semua pihak harus diberi ruang untuk duduk bersama. Jangan sampai ada OKP yang merasa ditinggalkan, sementara di sisi lain muncul klaim bahwa semuanya sudah bersatu,” ujarnya.
Sumpah Pemuda Bukan Legitimasi Klaim
Azri menegaskan semangat Sumpah Pemuda tidak boleh dipersempit menjadi slogan seremonial atau dijadikan legitimasi untuk membenarkan klaim bahwa satu pihak paling mewakili persatuan pemuda.
“Kalau semangatnya Sumpah Pemuda, seharusnya merangkul, bukan mengklaim paling bersih atau paling bersatu. Persatuan harus dibuktikan dengan keterlibatan semua pihak, bukan sekadar pernyataan sepihak,” tegasnya.
Ia berharap KNPI harus menjadi rumah bersama bagi pemuda, bukan ruang yang membuat sebagian OKP merasa tersisih.
“KNPI harus menjadi rumah bersama bagi pemuda, bukan ruang yang membuat sebagian OKP merasa tersisih. Rumah bersama tidak boleh dibangun dengan menutup pintu bagi pihak lain,” katanya.
Penulis : Herman Chan









