Jembatan Gantung Penghubung Desa Sangga Lima – Desa Pulau Banyak Langkat Memprihatinkan

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAT, SSOL.ID— Jelang Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaannya, persoalan infrastruktur dasar kembali menjadi sorotan. Di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sebuah jembatan gantung yang telah puluhan tahun menjadi akses penting masyarakat kini berada dalam kondisi yang semakin memprihatinkan.

Temuan wartawan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian lantai jembatan penghubung Desa Sangga Lima, Kecamatan Gebang, menuju Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, mulai pecah dan mengalami kerusakan.

Pada beberapa bagian, tampak dilakukan pengelasan dan penambalan untuk mempertahankan kondisi jembatan agar tetap dapat digunakan masyarakat.

Di balik jembatan yang tampak sederhana itu, terdapat aktivitas kehidupan masyarakat yang tidak sederhana.

Setiap hari jembatan tersebut menjadi akses bagi masyarakat Desa Kwala Gebang, Desa Sangga Lima dan warga di sekitarnya. Anak anak sekolah melintasi jembatan menuju sekolah di Tanjung Pura. Pedagang menggunakannya untuk membawa barang dagangan, sementara masyarakat yang bekerja mengandalkan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas dan mencari nafkah.

Baca Juga :  Menpar Buka Konferensi Internasional Pertama Destinasi Geowisata Kaldera Toba Unesco Global Geopark 2025

Namun akses vital tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran publik, terlebih ketika bagian lantai jembatan mulai mengalami kerusakan. Bagi masyarakat yang setiap hari melintas, keselamatan menjadi persoalan yang tidak dapat dianggap sepele.

Bagi warga, sebuah jembatan bukan hanya rangkaian besi dan lantai yang menghubungkan dua wilayah, jalan menuju sekolah, jalan menuju tempat bekerja,jalur pedagang mencari penghasilan, penghubung kehidupan masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban jiwa untuk memberikan perhatian.

Publik meminta pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melihat langsung kondisi jembatan tersebut serta melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.

Jika memang kondisi jembatan sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan dan standar keselamatan masyarakat, warga berharap pemerintah mengambil langkah konkret dengan membangun jembatan permanen sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Nataru, Polres Simalungun Bersinergi Dengan TNI dan Unsur FORAKPINDO Lakukan Pengamanan

Perbaikan sementara dengan pengelasan dan penambalan dinilai belum menyelesaikan persoalan utama. Masyarakat membutuhkan solusi jangka panjang yang dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian warga.

Puluhan tahun jembatan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Kini masyarakat berharap pemerintah juga hadir memberikan perhatian.

Dan jangan menunggu terjadi korban untuk menyadari betapa pentingnya sebuah jembatan bagi kehidupan warga.

Temuan wartawan ini menjadi catatan publik bahwa pembangunan bukan hanya tentang proyek besar di pusat kota. Di wilayah pedesaan, sebuah jembatan yang sederhana dapat memiliki arti yang sangat besar bagi masyarakat.

Di tengah semangat menyambut 81 tahun kemerdekaan Indonesia, masyarakat menanti satu hal yang jauh lebih nyata dari sekadar perayaan.

“Kehadiran negara melalui pembangunan yang benar benar dirasakan masyarakat,” harap Solihin (58) warga setempat.

 

 

Penulis : Ariswan

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wapres Gibran Kunker ke Tapteng, Sibolga dan Tapsel Tinjau Lokasi Pasca Bencana
Kolaborasi Pemko dan Pemuda Berbicara: Wujudkan Tanjungbalai EMAS melalui Program P4GNPN
GM GRIB Jaya Madina Desak Kejari Periksa MJS Terkait Dugaan Korupsi Smart Village
Warga Tualang Perbaungan Sergai Keluhkan BPNT 2026 Diduga Tidak Tepat Sasaran, Lurah Berikan Penjelasan
TAMPERAK Desak Audit Data dan Jejak Digital 377 Desa Terkait Dana Desa
1.370 Anak Putus Sekolah di Madina, HMI Cabang Mandailing Natal Soroti Konsistensi Pemerintah
Bupati Madina Diminta Tindak Rangkap Jabatan PPPK dan Anggota BPD di Lubuk Apundung I
Walikota Mahyaruddin Salim Letakkan Batu Pertama Rehab Gedung RSUD dr Tengku Mansyur Tanjungbalai
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:05 WIB

Wapres Gibran Kunker ke Tapteng, Sibolga dan Tapsel Tinjau Lokasi Pasca Bencana

Jumat, 4 September 2026 - 05:52 WIB

Kolaborasi Pemko dan Pemuda Berbicara: Wujudkan Tanjungbalai EMAS melalui Program P4GNPN

Kamis, 3 September 2026 - 16:44 WIB

GM GRIB Jaya Madina Desak Kejari Periksa MJS Terkait Dugaan Korupsi Smart Village

Kamis, 3 September 2026 - 12:19 WIB

TAMPERAK Desak Audit Data dan Jejak Digital 377 Desa Terkait Dana Desa

Kamis, 3 September 2026 - 12:17 WIB

1.370 Anak Putus Sekolah di Madina, HMI Cabang Mandailing Natal Soroti Konsistensi Pemerintah

Berita Terbaru