Wapres Gibran Perintahkan Proyek Pengendali Banjir dan Sabo Dam Hutanabolon Dikebut

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI TENGAH, SSOL.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat penyelesaian proyek pengendali banjir dan Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan (wilayah Sumut) Kementerian PU, Feriyanto Pawenrusi, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Kementerian PU.

“Pak Wapres itu suruh kita minta dipercepat karena menghindari musim penghujan yang di bulan November. Kami sudah sampaikan, setelah ini kami rapatkan, akan segera kita proses dan kita percepat untuk proses pembangunan,” ujar Feriyanto Pawenrusi usai mendampingi kunjungan Wakil Presiden Gibran di Hutanabolon, Jumat (4/9/2026).

Menurut Feriyanto, arahan Wakil Presiden tersebut juga berkaitan dengan percepatan pembangunan di wilayah Tapanuli yang terdampak bencana.

Khusus pembangunan Sabo Dam di Hutanabolon, progres pengerjaannya saat ini mencapai sekitar 30 persen. Namun, dari sisi material, sebagian besar sudah tersedia sehingga tinggal melanjutkan pelaksanaan pembangunan. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada November atau paling lambat awal Desember 2026.

Saat ditanya mengenai target tersebut yang berbeda dengan penyampaian Menteri PU Dody Hanggodo yang sebelumnya memastikan proyek pengendali banjir dan Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon ditargetkan selesai pada Oktober 2026, Feriyanto menjelaskan bahwa tidak ada perubahan target fungsi proyek.

Baca Juga :  Resmi Dibuka, Coffee 88 Tawarkan Menu Lezat Harga Berkawan di Pusat Kota Medan

“Nggak, jadi tidak mundur. Jadi Pak Menteri itu, kita ini sudah optimum itu di Oktober, tetapi penyelesaian sampai entah semua itu Desember, tapi sudah berfungsi di Oktober nanti,” ucapnya.

Feriyanto menjelaskan, pascabencana, kegiatan Kementerian PU di Kecamatan Tukka terbagi menjadi dua tahap, yakni tanggap darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Nah, tanggap darurat itu sudah kita selesaikan. Jadi memang tanggap darurat itu sifatnya sementara, hanya bagaimana kita secara sosial, manusiawi, itu kita perbaiki di sungai yang ada,” ujarnya.

Sedimentasi yang turun akibat bencana pada November 2025, lanjut Feriyanto, kemudian dinaikkan menjadi tanggul sementara. Sementara itu, palung sungai juga dibuka agar aliran air kembali lancar.

“Itu pekerjaan tanggap darurat, itu sudah diselesaikan, walaupun memang pada kenyataannya itu hampir empat sampai lima kali terulang terjadi banjir lagi. Jadi kita harus membuka terus, tetapi sifatnya itu sementara,” katanya.

Setelah kegiatan tanggap darurat selesai, sambungnya, Kementerian PU melanjutkan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Khusus di Sungai Tukka, terdapat tiga kegiatan yang saat ini sedang berlangsung. Pertama, pembangunan pengendali banjir Sungai Tukka berupa parapet atau dinding penahan tanah.

Baca Juga :  Tangani Longsor dan Banjir, Polda Sumut Gunakan Teknologi Udara dan Satelit

“Itu kita akan membangun kurang lebih 1,6 kilometer. Fungsinya apa? Jadi ketika terjadi banjir, air tidak akan melewati atau menuju ke permukiman, tertahan di dinding penahan tanahnya,” ucapnya.

Pekerjaan kedua adalah pembangunan dua unit Sabo Dam. Feriyanto menjelaskan, bangunan tersebut berfungsi mengendalikan sedimen yang terbawa dari bagian hulu.

“Sabo itu sifatnya mengendalikan sedimen. Jadi ketika sedimen turun dari atas itu dikendalikan, tertahan dulu, kemudian nanti base flow-nya baru jalan pelan-pelan,” katanya.

Dengan demikian, sedimen tidak langsung terbawa ke sungai dalam jumlah besar hingga berpotensi menutup palung sungai.

“Jadi tidak serta-merta langsung turun ke sungai sehingga menutup palung sungai semua,” ujarnya.

Feriyanto menambahkan, pembangunan Sabo Dam di Sungai Sigala-Gala memiliki konsep khusus karena bangunan tersebut nantinya juga dapat dilalui.

“Jadi istilah kita itu sabuk peritan. Jadi nanti ini sekaligus memperbaiki jembatan yang sudah ada, karena itu kalau kita lihat kemarin kondisi existing-nya itu sudah agak turun. Itu akan kita perbaiki dan dinaikkan, itu jadi bangunan sabuk. Jadi ada tiga kegiatan yang ada,” tutupnya. (*)

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Deli Serdang Minta Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Dilakukan Secara Objektif dan Berkeadilan 
BKAD Deli Serdang Proses Pergantian Kasubbid Kas Daerah, Inspektorat Deli Serdang Lanjutkan Pemeriksaan
Wakil Bupati Deli Serdang Apresiasi Sanggar Tamora 88 Sebagai Wadah Pelestarian Budaya Melayu
Pemkab Deli Serdang Rencanakan Beasiswa dan Penambahan 217 Ruang Kelas pada 2027
Masuk 125 Besar KEN 2026, Festival Berlabuh Jadi Etalase Seni Deli Serdang 
Wakil Bupati Deli Serdang Dorong Pengembangan Bambu Sebagai Nilai Ekonomi 
Pemkab Deli Serdang Perkuat Koordinasi Pengaduan Pelayanan Publik
Razia Lalin 3 Jam di Madina Disorot, Amarullah Minta Pengawasan Tak Tebang Pilih
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Bupati Deli Serdang Minta Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Dilakukan Secara Objektif dan Berkeadilan 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WIB

BKAD Deli Serdang Proses Pergantian Kasubbid Kas Daerah, Inspektorat Deli Serdang Lanjutkan Pemeriksaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Apresiasi Sanggar Tamora 88 Sebagai Wadah Pelestarian Budaya Melayu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pemkab Deli Serdang Rencanakan Beasiswa dan Penambahan 217 Ruang Kelas pada 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Dorong Pengembangan Bambu Sebagai Nilai Ekonomi 

Berita Terbaru