BERASTAGI, SSOLID – Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 tahun 2026 resmi menggeser fokus promosi pariwisata Sumatera Utara. Jika tiga edisi sebelumnya terpusat di Danau Toba, tahun ini Kota Medan dan Kabupaten Karo menjadi destinasi utama.
Sebanyak 143 peserta JWB tiba di Berastagi, Selasa (6/10/2026) sore, setelah menyelesaikan sesi table top dan business matching di Hotel Selecta Medan. Rombongan berangkat dari Medan pukul 14.30 WIB dan terdiri dari buyer, seller, tour operator, serta media pariwisata dari berbagai provinsi dan tiga negara tetangga yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Setibanya di Karo, rombongan disambut langsung Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes dalam jamuan makan malam. Antonius menegaskan Karo tidak hanya menjual pemandangan, tapi juga pengalaman budaya.
“Kami ingin tamu tidak hanya foto di Gundaling, tapi merasakan bagaimana budaya Karo hidup, dari kuliner, musik, sampai keramahan petaninya,” ujar Antonius.
JWB IV yang berlangsung 5-8 Oktober 2026 ini digelar oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Sumut. Ketua Umum DPP ASPPI, Azwani Awi (Popon), menjelaskan konsep baru ini adalah menciptakan rute wisata Medan – Karo – Danau Toba.
“Selama ini wisatawan langsung ke Danau Toba. Padahal Medan punya Kesawan dan kulinernya, Karo punya buah, bunga dan budaya. Kita ingin mereka menginap dulu di Medan dan Berastagi sebelum ke Toba,” kata Popon.
Sebelumnya, rangkaian JWB dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Senin (5/10/2026) malam. Rico mempromosikan Medan sebagai kota multikultural dengan destinasi Kota Tua Kesawan, Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, hingga Lapangan Merdeka.
Salah satu buyer, H. Amsyal dari Widy Holidays, mengaku puas dengan penyelenggaraan. Menurutnya, melihat langsung destinasi jauh lebih meyakinkan daripada sekadar brosur.
“Kami jadi tahu hotel di Berastagi seperti apa, akses jalannya bagaimana, makanannya cocok tidak untuk tamu Malaysia dan Singapura. Ini penting untuk menyusun paket,” ucapnya.
Dengan skema baru ini, diharapkan okupansi hotel di Medan dan Karo meningkat dan lama tinggal wisatawan di Sumut bisa bertambah dari rata-rata 2 hari menjadi 4-5 hari.
Penulis : Yola Ginting









