MEDAN, SSOL.ID -Kabut asap pekat menyelimuti seluruh wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Padahal, citra satelit memastikan tidak ada satu pun titik api di Sumut.
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution mengakui asap tersebut merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di provinsi tetangga. Untuk mengatasinya, Pemprov Sumut menyiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
“Hari ini sampai besok kami coba modifikasi cuaca untuk turunkan hujan. Hari ini kami mulai dari kawasan Danau Toba, selanjutnya bertahap ke seluruh wilayah Sumut,” ujar Bobby usai meluncurkan bus perintis gratis bagi pelajar di Asahan, Kamis (15/10/2026).
Bobby menyebut sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Selatan. Kedua provinsi sepakat menggunakan metode dry ice untuk mengangkat asap agar tidak turun ke permukaan dan mengganggu aktivitas warga.
“Gubernur Sumsel hari ini juga sudah membuat dry ice untuk angkat asapnya. Kalau TMC untuk turunkan hujan tidak berhasil di beberapa wilayah, metode dry ice ini akan jadi opsi,” jelasnya.
Sementara itu, BMKG Wilayah I Medan mencatat kondisi cukup mengkhawatirkan. Kepala Balai Besar MKG Hendro Nugroho menyebut, meski hotspot di Sumut nihil per 13 Oktober, jarak pandang di sejumlah daerah anjlok drastis.
“Pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Silangit hari ini pukul 10.00 WIB, jarak pandang turun jadi 1 sampai 4 kilometer saja,” ungkap Hendro, Rabu (14/10).
Konsentrasi partikel PM2.5 di udara Sumut juga terpantau dalam kategori sedang hingga tidak sehat. BMKG mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan dan wajib pakai masker jika terpaksa keluar saat berkabut.
Penulis : Wahyu Danil









