MEDAN, SSOL.ID— Pimpinan DPRD Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan, khususnya pemberantasan narkotika, penindakan tegas begal dan premanisme, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dukungan itu disampaikan saat tiga pimpinan DPRD Sumut menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Sumut yang didampingi Wakapolda dan Kapolrestabes Medan di Gedung DPRD Sumut, Selasa (20/10/2026) sore.
Wakil Ketua DPRD Sumut Sutarto mengungkapkan, salah satu perhatian utama Kapolda adalah menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Sumut yang terdiri atas berbagai etnis, agama, dan latar belakang budaya.
“Kearifan lokal yang selama ini menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat Sumatera Utara diharapkan terus dilestarikan sebagai modal sosial untuk memperkuat toleransi, mencegah konflik, dan menjaga keharmonisan,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Selain itu, Kapolda berkomitmen memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya. Upaya itu bukan sekadar memperbaiki citra kepolisian, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan melalui tindakan konkret di lapangan.
“Pemberantasan penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang luas terhadap masyarakat, khususnya generasi muda, serta kaitannya dengan berbagai masalah sosial dan tindak kriminal,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Ia meyakini komitmen tersebut memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga legislatif, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain narkoba, penanganan begal dan premanisme juga menjadi komponen krusial dalam pemeliharaan keamanan di Sumut.
“Terciptanya lingkungan yang aman diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ekonomi dan pembangunan daerah dapat berlangsung lebih efektif tanpa terhambat gangguan keamanan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi efektif antara kepolisian dengan seluruh instansi terkait.
“Dukungan seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa program yang dirancang demi kepentingan publik dapat dilaksanakan secara optimal,” ucap Sutarto.
DPRD Sumut, kata dia, berkomitmen mendukung inisiatif Kapolda dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Kapolda juga menyoroti masalah ketertiban lalu lintas yang masih memerlukan perhatian kolektif melalui langkah terukur, peningkatan kesadaran publik, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Menurut Sutarto, berbagai persoalan di tengah masyarakat akan menjadi perhatian DPRD untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan legislatif. Jika diperlukan, akan dilakukan kajian komprehensif, termasuk kemungkinan pembentukan peraturan daerah (perda) baru.
“Namun, setiap kebijakan harus melalui pembahasan menyeluruh dan kajian cermat dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi yang terbangun sejak awal masa jabatan Kapolda terus diperkuat agar sinergi DPRD dan kepolisian tidak sekadar berhenti pada pertemuan formalitas.
“Sinergi itu harus berkembang menjadi dukungan konkret bagi program yang mengutamakan kepentingan publik. Selain dukungan dari lembaga pemerintah, kolaborasi dengan pers juga dinilai sangat penting,” tegasnya.
Adapun pimpinan DPRD Sumut yang hadir yakni Ketua DPRD Erni Ariyanti Sitorus, didampingi Wakil Ketua Sutarto dan Ihwan Ritonga, serta Sekretaris DPRD Sumut M. Ali Sipahutar. (*)
Penulis : Yuli









