SAMOSIR, SSOL.ID -Sebanyak enam unit Bus Perintis gratis mulai melayani antar-jemput pelajar di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Jumat (16/10/2026). Layanan ini diharapkan meringankan biaya transportasi keluarga sekaligus meningkatkan keselamatan pelajar dalam perjalanan menuju sekolah.
Program tersebut dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Kehadirannya merupakan tindak lanjut usulan masyarakat yang diteruskan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution.
Peluncuran Bus Perintis dilaksanakan serentak di lima kabupaten. Di Samosir, kegiatan dipusatkan di Kompleks HKBP Nainggolan, Kecamatan Nainggolan. Vandiko kemudian memberangkatkan bus untuk memulai pelayanan.
Vandiko mengatakan, kebutuhan angkutan khusus pelajar telah lama disampaikan masyarakat, terutama ketika dirinya berkantor di desa melalui program Bunga Desa. Jarak tempuh yang cukup jauh dan risiko kecelakaan menjadi alasan pentingnya penyediaan transportasi khusus bagi pelajar.
“Usulan ini kita teruskan kepada Gubernur dan puji Tuhan kita memiliki Gubernur yang rajin turun ke masyarakat dan responsif. Kita patut berbangga mendapatkan program ini, apa yang menjadi usulan masyarakat akhirnya dapat kita rasakan bersama,” ujar Vandiko, Sabtu (17/10/2026).
Ia mengapresiasi respons Pemprov Sumut karena bantuan tersebut dinilai dapat mempermudah akses pendidikan dan meringankan beban keluarga.
Namun, Vandiko mengingatkan agar pengoperasian bus dibarengi pengawasan ketat. Kondisi kendaraan, kesiapan fisik pengemudi, dan kepatuhan terhadap ketentuan operasional harus menjadi perhatian untuk menjamin keselamatan pelajar.
“Saya titip agar kita sama-sama mengawasi, karena ini menyangkut nyawa dan keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.
Bus beroperasi mulai pukul 06.00 WIB
UPTD PSP Wilayah II, Laksana Hasugian, menjelaskan Bus Perintis diperuntukkan bagi pelajar yang memiliki keterbatasan kendaraan dan tinggal di wilayah yang membutuhkan layanan transportasi.
Bus mulai beroperasi sekitar pukul 06.00 WIB dengan rute pelayanan di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu. Setiap sekolah yang dilayani memiliki jangkauan sekitar 15 kilometer per hari, dengan layanan antar-jemput dua kali.
“Bus ini mulai beroperasi besok pagi. Rute yang akan dilalui sudah ada di Nainggolan dan Onan Runggu,” jelas Laksana saat peluncuran perdana.
Kepala SMA Negeri 1 Onan Runggu, Manatar Samosir, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, layanan angkutan gratis telah lama dinantikan pihak sekolah, orang tua, dan siswa.
“Sudah lama kami tunggu program ini. Orang tua dan siswa banyak yang bertanya kapan bisa berjalan, agar siswa bisa belajar dengan nyaman. Saat ini sudah hadir, terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Bupati Samosir,” ujarnya.
33 bus layani lebih dari 1.000 pelajar
Secara keseluruhan, Pemprov Sumut meluncurkan 33 unit Bus Perintis untuk melayani pelajar di Kabupaten Asahan, Batubara, Nias Utara, Padang Lawas Utara, dan Samosir.
Program ini mencakup 12 kecamatan dan 49 sekolah, dengan cakupan perjalanan sekitar 2.128 kilometer serta subsidi angkutan bagi lebih dari 1.000 pelajar. Dari total tersebut, enam unit bus dialokasikan untuk Kabupaten Samosir.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa akses transportasi merupakan salah satu kebutuhan pendukung pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.
“Anak sekolah dengan jangkauan jauh ke sekolah harus dilayani melalui antar-jemput yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Bobby.
Ia berharap layanan tersebut berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. Bus juga dilengkapi aplikasi digital dan kamera pengawas atau CCTV untuk mendukung pemantauan pelayanan antar-jemput.
Selain meringankan pengeluaran keluarga, program ini diharapkan mengurangi penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur sehingga risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
Vandiko berharap jumlah bus dan cakupan rutenya diperluas pada tahun mendatang agar semakin banyak pelajar Samosir memperoleh transportasi yang aman, nyaman, dan gratis. Pemerintah Kabupaten Samosir, katanya, siap melakukan pemantauan serta memperkuat koordinasi dengan Pemprov Sumut dan pemerintah pusat.
Kabut asap turut menjadi perhatian
Di tengah dimulainya layanan bus pelajar, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir.
Vandiko mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Pemkab Samosir juga akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumut terkait kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi kabut asap semakin mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar siswa.
Bobby Nasution sebelumnya menyampaikan bahwa Pemprov Sumut melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kabut asap, termasuk melalui modifikasi cuaca di sejumlah wilayah.
Vandiko berharap kehadiran enam Bus Perintis gratis tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Menurutnya, konsistensi operasional, ketepatan rute, dan pengawasan keselamatan akan menentukan sejauh mana program ini benar-benar membantu keluarga dan menjamin akses pendidikan bagi pelajar yang membutuhkan di Samosir. (*)
Penulis : Yuli









