Klarifikasi Menhut dibantah Bupati Tapsel, “Itu Pembalakan Liar, Bukan Kayu Busuk!”

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULISELATAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu mengecam pernyataan Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dwi Januanto Nugroho, yang menyebut gelondongan kayu memenuhi Sungai Batang Toru saat banjir bukan berasal dari pembalakan liar, melainkan kayu tua yang sudah membusuk.

Bupati menegaskan klaim itu salah total.
Gus Irawan mengatakan hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan kayu-kayu yang terbawa banjir bandang justru masih berdaun dan memiliki dahan utuh.

“Saya tidak melihat satu pun kayu yang busuk. Tidak ada daun busuk, tidak ada dahan kering. Pernyataan bahwa itu kayu lama perlu dicek ulang,” tegasnya, Rabu (3/12).

Baca Juga :  Wakil Bupati Pakpak Bharat Terima Audensi Majalis Taklim Zikit Al- Haura Sumut

KLHK sebelumnya menyebut kayu tersebut diduga berasal dari izin legal melalui skema Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT), bukan illegal logging. Namun Bupati Tapsel justru menyebut sebaliknya.

Menurutnya, gelondongan kayu dalam jumlah besar itu kuat diduga berasal dari praktik pembalakan liar yang berkedok izin PHAT.

“Diduga izin PHAT diselewengkan pihak tertentu menjadi pembalakan berizin,” kata Gus Irawan.

Ia juga menyoroti minimnya koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak kementerian terkait penerbitan maupun publikasi izin PHAT.
“Masyarakat Tapsel justru menanggung dampak bencananya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Sumut Anggarkan Rp17,6 Miliar Bangun Jalan Rusak di Dairi

Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, menegaskan kayu berdiameter besar yang memenuhi sungai belum pernah terlihat sepanjang sejarah desa mereka.

“Kami terkejut, sejak ratusan tahun kampung kami ada, belum pernah ada kayu sebesar ini. Kami tahu ada perusahaan membuka lahan sawit di hulu sungai,” ujarnya.

Risman menuturkan seluruh rumah dan sawah warga kini hancur total dan masyarakat sepenuhnya bergantung pada bantuan. Ia meminta pemerintah mengusut tuntas asal-usul kayu tersebut.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD
Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina
Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan
Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum
Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen
Penerima PKH di Langkat Diminta Teken Blangko Pengunduran Diri Bermaterai
PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan
Dilema Proyek, Jalan Yang Rusak Diperbaiki Namun Jalan Lama Yang Baik Jadi Malah Rusak Akibat Truk Material di Tanjung Garbus II
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD

Senin, 21 September 2026 - 18:11 WIB

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Senin, 21 September 2026 - 00:03 WIB

Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan

Minggu, 20 September 2026 - 12:19 WIB

Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 21:09 WIB

Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen

Berita Terbaru

Daerah

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Senin, 21 Sep 2026 - 18:11 WIB