MEDAN, SSOL.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengerahkan pesawat jenis Cessna dari Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Upaya ini dilakukan guna memicu turunnya hujan dan mengurangi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Pelepasan pesawat tersebut dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyusul instruksi Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, pada Jumat sore (16/10/2026).
Sebelum pesawat lepas landas, Surya meninjau proses pemuatan natrium klorida (NaCl) ke dalam pesawat. Bahan tersebut nantinya akan disebarkan ke awan pada ketinggian tertentu untuk mendukung proses pembentukan hujan.
“Sesuai dengan arahan Gubernur, wilayah sasaran utama adalah kawasan Medan-Binjai-Deli Serdang dan sekitarnya. Wilayah lain akan ditangani setelahnya,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Ia menjelaskan, kabut asap yang melanda Sumatera Utara tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mengurangi jarak pandang sehingga mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. Bahkan, dalam dua hari terakhir, sejumlah penerbangan terpaksa ditunda akibat terbatasnya jarak pandang.
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca membutuhkan kondisi atmosfer yang mendukung, terutama keberadaan awan yang sesuai untuk disemai menggunakan natrium klorida (NaCl). Karena itu, pesawat harus mencari awan yang memenuhi kriteria sebelum menyebarkan bahan penyemaian.
“Awalnya, kami berharap dapat melakukan penerbangan untuk menyebarkan bubuk natrium klorida (NaCl) di wilayah Medan dan sekitarnya. Namun, ternyata prosesnya tidak sesederhana itu karena pesawat harus menemukan awan yang tepat terlebih dahulu sebelum bubuk NaCl dapat disebarkan,” katanya.
Surya berharap operasi modifikasi cuaca tersebut dapat memicu turunnya hujan sehingga membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Ia menilai langkah tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Sesuai arahan Gubernur, kami mengerahkan pesawat untuk menyebarkan bubuk NaCl sebanyak dua kali sehari. Semoga langkah ini efektif untuk menghilangkan kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Saragih, menyatakan operasi modifikasi cuaca tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari. Setiap penerbangan akan membawa sekitar satu ton natrium klorida (NaCl), dengan durasi penerbangan kurang lebih dua jam.
Operasi dijadwalkan berlangsung dua kali sehari sebagai bagian dari upaya Pemprov Sumut untuk mempercepat penanganan kabut asap. Pemerintah berharap langkah ini dapat memicu turunnya hujan sehingga kualitas udara membaik dan dampak kabut asap terhadap masyarakat berkurang. (*)
Penulis : Yuli









