LANGKAT, SSOL.ID— Jelang Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaannya, persoalan infrastruktur dasar kembali menjadi sorotan. Di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sebuah jembatan gantung yang telah puluhan tahun menjadi akses penting masyarakat kini berada dalam kondisi yang semakin memprihatinkan.
Temuan wartawan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian lantai jembatan penghubung Desa Sangga Lima, Kecamatan Gebang, menuju Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, mulai pecah dan mengalami kerusakan.
Pada beberapa bagian, tampak dilakukan pengelasan dan penambalan untuk mempertahankan kondisi jembatan agar tetap dapat digunakan masyarakat.
Di balik jembatan yang tampak sederhana itu, terdapat aktivitas kehidupan masyarakat yang tidak sederhana.
Setiap hari jembatan tersebut menjadi akses bagi masyarakat Desa Kwala Gebang, Desa Sangga Lima dan warga di sekitarnya. Anak anak sekolah melintasi jembatan menuju sekolah di Tanjung Pura. Pedagang menggunakannya untuk membawa barang dagangan, sementara masyarakat yang bekerja mengandalkan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas dan mencari nafkah.
Namun akses vital tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran publik, terlebih ketika bagian lantai jembatan mulai mengalami kerusakan. Bagi masyarakat yang setiap hari melintas, keselamatan menjadi persoalan yang tidak dapat dianggap sepele.
Bagi warga, sebuah jembatan bukan hanya rangkaian besi dan lantai yang menghubungkan dua wilayah, jalan menuju sekolah, jalan menuju tempat bekerja,jalur pedagang mencari penghasilan, penghubung kehidupan masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban jiwa untuk memberikan perhatian.
Publik meminta pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melihat langsung kondisi jembatan tersebut serta melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.
Jika memang kondisi jembatan sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan dan standar keselamatan masyarakat, warga berharap pemerintah mengambil langkah konkret dengan membangun jembatan permanen sebagaimana mestinya.
Perbaikan sementara dengan pengelasan dan penambalan dinilai belum menyelesaikan persoalan utama. Masyarakat membutuhkan solusi jangka panjang yang dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian warga.
Puluhan tahun jembatan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kini masyarakat berharap pemerintah juga hadir memberikan perhatian.
Dan jangan menunggu terjadi korban untuk menyadari betapa pentingnya sebuah jembatan bagi kehidupan warga.
Temuan wartawan ini menjadi catatan publik bahwa pembangunan bukan hanya tentang proyek besar di pusat kota. Di wilayah pedesaan, sebuah jembatan yang sederhana dapat memiliki arti yang sangat besar bagi masyarakat.
Di tengah semangat menyambut 81 tahun kemerdekaan Indonesia, masyarakat menanti satu hal yang jauh lebih nyata dari sekadar perayaan.
“Kehadiran negara melalui pembangunan yang benar benar dirasakan masyarakat,” harap Solihin (58) warga setempat.
Penulis : Ariswan









