HARI Minta Kapolri Selesaikan Polemik Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Secara Musyawarah

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Ketua Harian DPP Himpunan Advokat Rakyat Indonesia (HARI), HM Nezar Djoeli, menyikapi peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren (Ponpes) HQ di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang melibatkan personel kepolisian dan Brigade Mobil (Brimob).

Nezar menilai peristiwa tersebut menjadi catatan penting bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama menyangkut keberadaan anak-anak di bawah umur yang sedang beristirahat di lingkungan pesantren.

“DPP HARI menyikapi persoalan yang terjadi di Sukoharjo, di mana satuan Brimob melakukan penggerebekan di tengah malam saat siswa-siswa di bawah umur sedang tertidur. Namun, peristiwa yang memilukan ini menjadi catatan dan pengalaman kita agar tidak terulang lagi,” ucap Nezar, Senin (2/11/2026).

Di sisi lain, Nezar juga mengingatkan pihak pondok pesantren agar setiap pengambilan keputusan maupun tindakan di lapangan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pemerintah dan kepolisian.

“Kawan-kawan yang di pesantren juga agar jangan terulang kembali mengambil keputusan tanpa ada koordinasi dengan pihak pemerintah dan kepolisian sebelum melakukan aksi. Ini menjadi catatan penting juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemko Medan Bagi Diskon Gede! Tunggakan PBB 1994-2011 Dipotong 75%, Denda Dibebaskan 100%

Menurut Nezar, kedua persoalan tersebut harus dilihat sebagai satu rangkaian peristiwa yang perlu diselesaikan secara bijaksana dengan mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif.

Karena itu, DPP HARI meminta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar mengambil langkah penyelesaian melalui musyawarah dan mufakat sehingga tidak menimbulkan persoalan berkepanjangan.

“Dari dua hal yang berbeda ini, kami melihatnya sebagai sebuah rangkaian kasus yang terjadi di Sukoharjo. Kami meminta kepada Kapolri, Pak Suyudi, agar dapat menyelesaikan ini secara musyawarah dan mufakat sehingga mencapai sebuah win-win solution atas peristiwa ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Nezar menegaskan DPP HARI siap bersinergi dan memberikan dukungan apabila dibutuhkan dalam membantu penyelesaian persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Dan kami yakin dari DPP HARI akan men-support apabila diperlukan oleh Pak Kapolri dalam membantu urusan yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Nezar.

Baca Juga :  KPK Serahkan Aset Rampasan Rp883 M dari Kasus Korupsi Fiktif Taspen

Diketahui, peristiwa penggerebekan Ponpes HQ di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terjadi pada Selasa (27/10/2026) dini hari sekitar pukul 03.20 WIB.

Saat sebagian besar penghuni pondok pesantren masih terlelap, sejumlah anggota kepolisian bersama personel Brimob bersenjata lengkap mendatangi lokasi.

Kedatangan aparat tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus pembakaran dan perusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada September 2026.

Namun, proses penggeledahan tersebut menuai sorotan setelah muncul dugaan intimidasi terhadap 12 santriwati dan empat ustazah yang berada di dalam pondok pesantren.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar penanganannya dilakukan secara profesional, proporsional, serta tetap mengedepankan perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan. (*)

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING: Bareskrim Tetapkan Mantan Kapolri LSP Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Polres Labusel Tangkap Enam Pria Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Sita 119,57 Gram Sabu
Mutasi Besar-Besaran di Polda Sumut, Dirlantas hingga Kapolres Diganti
Bupati Sergai dan Kajati Sumut Tekankan Integritas Aparatur untuk Cegah Korupsi
Tergiur Upah Rp20 Juta, Oknum Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba
Kejati Sumut Periksa Tujuh Saksi Terkait Dugaan Korupsi Rp7 Miliar di PDAM Tirta Lihou Simalungun
Raih Lima Penghargaan HKG PKK Sumut 2026, Lima Desa di Deli Serdang Terima Hadiah Kambing
KOMANDAN Madina dan JMI Demo di Mapoldasu, Desak Kapolda Tertibkan PETI di Muara Batang Gadis 
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:27 WIB

BREAKING: Bareskrim Tetapkan Mantan Kapolri LSP Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 23:10 WIB

Polres Labusel Tangkap Enam Pria Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Sita 119,57 Gram Sabu

Selasa, 3 November 2026 - 23:06 WIB

Mutasi Besar-Besaran di Polda Sumut, Dirlantas hingga Kapolres Diganti

Selasa, 3 November 2026 - 22:58 WIB

Bupati Sergai dan Kajati Sumut Tekankan Integritas Aparatur untuk Cegah Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Tergiur Upah Rp20 Juta, Oknum Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

Berita Terbaru

Medan

Walikota Medan Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:02 WIB