KNPI Tanjungbalai Tegaskan Peran Pemuda: Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Hukum Harus Pasti

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNGBALAI – SSOL.ID – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Energy of Harmony Kota Tanjungbalai menegaskan komitmen pemuda dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Kopi Darat dan Dialog Hukum yang digelar di Tanjungbalai, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Bukan sekadar forum edukasi, dialog ini menjadi peringatan keras bahwa penegakan hukum harus menghadirkan perubahan nyata, bukan hanya retorika.

Hadir dalam forum tersebut perwakilan Pemerintah Kota Tanjungbalai, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kepemudaan (OKP), dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Soroti Tiga Persoalan Utama

Dalam dialog, KNPI menyoroti tiga persoalan utama yang masih menjadi penghambat perlindungan korban.

Pertama, masih rendahnya keberanian pelapor atau korban untuk melapor. Kedua, lemahnya koordinasi antar-institusi penegak hukum dan layanan perlindungan. Ketiga, adanya celah hukum yang sering membuat pelaku kekerasan lepas dari sanksi yang setimpal.

Plt. Ketua KNPI Energy of Harmony Kota Tanjungbalai, Muhammad Azri, S.H., menegaskan pemuda tidak boleh hanya menjadi saksi bisu.

Baca Juga :  Walikota Hadiri Peresmian PMI Lounge Pelabuhan Internasional Penumpang Teluk Nibung

“Dialog ini menuntut tindakan. Kita harus menumbuhkan keberanian melaporkan, memastikan aparat merespons cepat, dan menutup celah hukum yang menghambat perlindungan korban,” tegas Azri di hadapan peserta dialog.

Menurut Azri, kekhawatiran pemuda muncul karena masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah yang belum mendapatkan resolusi yang memuaskan bagi korban.

Tuntut Layanan Terpadu dan Transparansi Data

Dalam sesi diskusi, para peserta membahas secara mendalam mengenai hak-hak perempuan dan anak, mekanisme pelaporan yang aman, serta strategi kolaborasi antara masyarakat sipil, pemuda, dan aparat penegak hukum.

Peserta forum menyepakati perlunya pembentukan layanan terpadu yang mudah diakses korban, pelatihan respons cepat bagi aparat, serta program pencegahan yang berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan sekolah.

Isu lain yang mengemuka adalah transparansi data kasus kekerasan. Data kasus di daerah dinilai masih tersebar parsial dan tidak terintegrasi, sehingga menghambat langkah pencegahan berbasis bukti.

Baca Juga :  Belum Genap Sebulan, Proyek Drainase Rp30 M Dinas Bina Marga Provsu Retak

“Tanpa data yang akurat, intervensi menjadi reaktif dan tidak tepat sasaran,” ujar salah satu aktivis perempuan yang hadir dalam dialog tersebut.

Dorong Langkah Konkret

KNPI berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan memicu langkah konkret.

Adapun langkah konkret yang didorong meliputi pembentukan forum koordinasi lintas sektor di tingkat Kota Tanjungbalai, peningkatan kapasitas layanan pengaduan, dan kampanye kesadaran hukum yang menjangkau keluarga serta lembaga pendidikan.

Kehadiran unsur pemerintah dan Forkopimda dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal komitmen bersama untuk menutup celah perlindungan dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Kegiatan ini menegaskan pesan kuat bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya urusan korban atau organisasi sosial saja. Ini adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keberanian pelapor, komitmen penegak hukum, dan peran aktif pemuda sebagai agen perubahan.

“Tanpa langkah nyata, dialog akan kembali menjadi acara rutin tanpa dampak bagi mereka yang paling rentan,” tutup Azri.

 

Penulis : Herman Chan

Editor : B. Nasution

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Titik Jalan Provinsi di Gunung Meriah Deli Serdang Diterjang Longsor 
Bobby Nasution Tinjau Irigasi Afia, Dorong Produktivitas dan Sejahterakan Petani Gunungsitoli
Sekda Deli Serdang Lantik Tiga Pejabat Pengawas, Ini Nama dan Jabatan Barunya
Bandar Khalipah Juara I PAAREDI Sumut 2026, Harumkan Nama Percut Sei Tuan
Dua Wanita Didakwa Peras dan Hasut ASN BPN Nias Bunuh Diri di Medan
Ada 309 Klien Pemasyarakatan di Langkat, Tiorita Dorong Mereka Diterima Kembali di Masyarakat
Bupati Deli Serdang Pecat Guru Honorer Tersangka Pencabulan 8 Siswi SD Agama
Wali Kota Mahyaruddin Salim Beri Kejutan Ultah ke-46 Kacab Bank Sumut Tanjungbalai
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:17 WIB

Belasan Titik Jalan Provinsi di Gunung Meriah Deli Serdang Diterjang Longsor 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Bobby Nasution Tinjau Irigasi Afia, Dorong Produktivitas dan Sejahterakan Petani Gunungsitoli

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Sekda Deli Serdang Lantik Tiga Pejabat Pengawas, Ini Nama dan Jabatan Barunya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Bandar Khalipah Juara I PAAREDI Sumut 2026, Harumkan Nama Percut Sei Tuan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Dua Wanita Didakwa Peras dan Hasut ASN BPN Nias Bunuh Diri di Medan

Berita Terbaru

Berita

PTPN IV Regional II Salurkan Bantuan Untuk Banjir di Medan

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:03 WIB