MEDAN, SSOL.ID – Kisruh internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan kian memanas dan tak terbendung. Sebanyak 7 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Medan secara resmi menyatakan sikap mosi tidak percaya dan mendesak Ketua Umum DPP PPP, H. Muhammad Mardiono untuk segera mencabut Surat Keputusan (SK) DPC Kota Medan yang menunjuk Zainul Anwar, SE sebagai Ketua, Jumat (23/10/2026).
Pernyataan sikap keras ini disampaikan langsung oleh para Ketua PAC di Medan sebagai bentuk protes atas dugaan manipulasi hasil Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kota Medan yang digelar di Hotel Miyana pada 10 Mei 2026 lalu.
“Ada sebelas PAC yang hadir mengikuti Muscab di Hotel Miyana. Kami semua tahu, acara Muscab itu terselenggara tidak ada bantuan sepeserpun dari Partai, dananya murni dari Plt. Bendahara, saudara Hermawan,” buka Adli Azhari, Ketua PAC Medan Belawan dengan nada kecewa.
Menurut Adli, dalam Muscab tersebut memang dipilih formatur, namun telah ada kesepakatan tidak tertulis antara peserta Muscab dan tim formatur bahwa sosok yang paling layak dan diharapkan menjadi Ketua selanjutnya adalah Hermawan.
“Alasannya jelas, beliau yang berkorban dana untuk Muscab bisa berjalan. Itu sudah cukup membuktikan loyalitasnya kepada partai sangat tinggi. Beliau berdarah-darah untuk partai,” tegasnya.
Namun kejanggalan muncul dua hari pasca Muscab. Nama Hermawan yang dijagokan peserta tiba-tiba hilang dan berganti nama Zainul Anwar yang justru tidak pernah hadir sebagai peserta Muscab.
“Ini yang jadi pertanyaan besar kami. Kok tiba-tiba timbul nama Zainul Anwar dan nama Hermawan hilang? Sementara si Zainul bukan peserta Muscab, tidak ada sumbangsihnya, tidak keluar uang, tiba-tiba jadi Ketua. Ini namanya Ketua siluman, tidak beretika!” kecam Adli.
Para Ketua PAC menilai, penetapan Zainul Anwar sebagai Ketua DPC Medan telah mencederai demokrasi partai, mengkhianati kesepakatan peserta Muscab, dan melukai loyalitas kader bawah yang telah berjuang membesarkan partai berlambang Ka’bah tersebut.
“Untuk itu demi menjunjung tinggi etika, adab, serta kebenaran yang ada, kami minta kepada Ketua Umum DPP H. Muhammad Mardiono agar menarik kembali SK DPC Medan demi persatuan dan kesatuan partai dan guna menarik simpati masyarakat luas menjelang Pemilu,” tutupnya.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh 7 Ketua PAC, yakni:
1. Adli Azhari (Ketua PAC Medan Belawan)
2. Edi Syahputra (Ketua PAC Medan Petisah)
3. Riswanto (Ketua PAC Medan Tembung)
4. Suhendra (Ketua PAC Medan Perjuangan)
5. Heru Kurniawan (Ketua PAC Medan Timur)
6. Sulaiman (Ketua PAC Medan Labuhan)
7. Sri Swapiyati (Ketua PAC Medan Marelan)
Mereka mengancam akan melakukan aksi lanjutan dan melaporkan kejanggalan Muscab ini ke DPW PPP Sumatera Utara dan Mahkamah Partai jika DPP tidak segera merespon tuntutan mereka dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi SSOL.ID sudah berusaha menghubungi Ketua Umum DPP PPP H. Muhammad Mardiono sejak 11/10/2026 melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon, namun belum mendapat tanggapan. (*)
Penulis : Dt. Arifin
Editor : Bahrum Nasution









