Internet dan Listrik Belum Pulih, Tim Medis Jalan Kaki Berkilometer Layani Pasien di Desa Terisolir Tapteng

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDAN, SUARASUMUTONLINE.ID-. Jalan yang amblas, longsoran tanah, listrik yang tak menyala, serta keterbatasan jaringan internet menjadi keseharian yang dihadapi tim medis Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) saat menjalankan misi kemanusiaan di desa-desa terisolir Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Namun di tengah segala keterbatasan itu, semangat para dokter dan perawat tak pernah surut. Mereka tetap melangkah, bahkan harus berjalan kaki berjam-jam menyusuri medan rusak demi memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana.

“Kami dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menuju Desa Sait Kalangan II dan tim kedua ke Desa Tapian Nauli Saur Manggita,” ujar Dr Nanda, dokter dari FK UISU, Sabtu (20/12).

Akses menuju lokasi menjadi tantangan utama. Jalan darat tak lagi bisa dilewati akibat amblas dan tertimbun longsor. Satu-satunya cara mencapai desa dan dusun terpencil itu hanyalah dengan berjalan kaki atau menggunakan helikopter.

Baca Juga :  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat Diminta Tindak Dapur MBG SPPG Jalan Perniagaan Stabat Baru

Tak hanya medan berat, keterbatasan fasilitas juga menjadi ujian tersendiri. Hingga kini, listrik di wilayah tersebut belum pulih sepenuhnya. Tim medis terpaksa mengandalkan mesin genset milik warga, itupun dengan penggunaan yang sangat terbatas. Untuk komunikasi dan laporan, mereka hanya mengandalkan jaringan internet dari perangkat Starlink.

“Genset dan Starlink itu saling bergantung. Kalau genset hidup, barulah kami bisa mendapatkan sinyal internet,” ungkap Nanda.

Meski demikian, rasa lelah seakan terbayar saat melihat antusiasme dan sambutan hangat masyarakat. Setiap hari, warga datang ke posko kesehatan untuk memeriksakan kondisi tubuh, berkonsultasi, serta menyampaikan berbagai keluhan penyakit yang mereka alami pascabencana.

Pengalaman ini sangat berarti bagi kami. Di tengah keterbatasan, kami justru merasa bahagia bisa membantu masyarakat,” katanya.

Nanda juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan yang telah memfasilitasi kehadiran tim medis FK UISU di daerah terisolir tersebut.

Baca Juga :  GM FKPPI PC 0223 Serdang Bedagai Dan PSI, Konsultasi ke Ombudsman

Apresiasi juga disampaikan kepada Basarnas dan BNPB yang telah menyediakan helikopter untuk mengantar dan menjemput tim medis, mengingat jalur darat sama sekali tidak memungkinkan untuk dilalui.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan menegaskan bahwa pihaknya terus memberikan perhatian khusus kepada wilayah-wilayah terisolir pascabencana.

“Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat hingga penyediaan pelayanan kesehatan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Lisnawati.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Tapteng siap menjalankan instruksi Bupati Masinton Pasaribu dalam upaya penanggulangan bencana, khususnya pada aspek pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas dan BNPB menggunakan helikopter untuk menjangkau daerah terisolir yang tidak bisa ditempuh melalui jalur darat,” pungkasnya.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPEMI Pematangsiantar Gelar Maulid Nabi 1448 H
Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD
Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina
Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan
Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum
Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen
Penerima PKH di Langkat Diminta Teken Blangko Pengunduran Diri Bermaterai
PETI Tak Kunjung Tuntas, Ketua GM GRIB Jaya Desak Satgas Madina Dibubarkan
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:28 WIB

IPEMI Pematangsiantar Gelar Maulid Nabi 1448 H

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD

Senin, 21 September 2026 - 18:11 WIB

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Senin, 21 September 2026 - 00:03 WIB

Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan

Minggu, 20 September 2026 - 12:19 WIB

Pemkab Deli Serdang Tegaskan Telah Memiliki Bukti Kepemilikan yang Sah dan Sesuai Prosedur Hukum

Berita Terbaru

Daerah

IPEMI Pematangsiantar Gelar Maulid Nabi 1448 H

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:28 WIB

Daerah

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Senin, 21 Sep 2026 - 18:11 WIB