MANDAILING NATAL, SSOL.ID – Pajarur Rohman Nasution, M.Pd., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (5/11/2026) malam. Menjelang penutupan pendaftaran, ia menyerahkan berkas pencalonan di Hotel Rindang, Panyabungan, sekitar pukul 23.50 WIB.
Kedatangan Pajarur didampingi sejumlah anggota tim pemenangan. Berkas pencalonannya telah diterima panitia dan seluruh persyaratan administrasi dinyatakan telah diselesaikan sesuai ketentuan penyelenggara.
Keikutsertaannya dalam kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) VII KNPI Madina bukan semata-mata untuk memperebutkan kursi kepemimpinan. Pajarur membawa gagasan menjadikan KNPI sebagai rumah besar pemuda yang mampu menyatukan berbagai organisasi dan elemen kepemudaan di Mandailing Natal.
Dalam gagasan pencalonannya, ia menegaskan bahwa KNPI harus menjadi wadah bersama yang terbuka bagi seluruh pemuda, tanpa dibatasi kepentingan kelompok maupun perbedaan latar belakang organisasi.
“KNPI bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi rumah besar bagi seluruh pemuda. Karena itu, kontestasi ini bukan tentang siapa yang paling kuat atau siapa yang menang, melainkan bagaimana kita bersama-sama membangun persatuan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pemuda Mandailing Natal,” demikian pernyataannya.
Pajarur juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan inklusif. Menurut gagasan yang diusungnya, setiap organisasi kepemudaan harus memperoleh ruang untuk berpartisipasi, menyampaikan gagasan, meningkatkan kapasitas, serta terlibat dalam pembangunan daerah.
Ia berpandangan, KNPI ke depan tidak cukup hanya aktif melalui kegiatan seremonial. Organisasi tersebut perlu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan pemuda, memperkuat kapasitas generasi muda, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menawarkan gagasan kepemimpinan, Pajarur mengajak seluruh elemen pemuda menjaga suasana Musda VII KNPI Madina agar tetap kondusif dan demokratis. Perbedaan pilihan dalam kontestasi, menurutnya, tidak boleh merusak persaudaraan dan hubungan antarpemuda.
Sementara itu, berdasarkan tahapan yang telah ditetapkan panitia, pengambilan formulir berlangsung pada 2–3 November, sedangkan pengembalian formulir dan pendaftaran dilaksanakan pada 4–5 November 2026.
Panitia dijadwalkan mengumumkan bakal calon pada 6 November, sebelum pelaksanaan Musda VII KNPI Madina pada 8 November 2026 di Aula Hotel Rindang, Panyabungan.
Setelah menyelesaikan pendaftaran, Pajarur selanjutnya menunggu proses verifikasi administrasi dan pengumuman resmi bakal calon dari panitia.
Musda VII KNPI Madina menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi kepemudaan untuk periode 2026–2029. Tantangannya bukan hanya melahirkan ketua baru, tetapi juga menghadirkan kepemimpinan yang mampu merangkul perbedaan, memperkuat persatuan, dan menjadikan gerakan pemuda lebih progresif serta bermanfaat bagi masyarakat. (*)
Penulis : Hotma
Editor : Yuli









