MEDAN, SSOL.ID -Penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Utara mengalami penurunan, sementara rasio kredit macet justru naik.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbagut, nilai kredit UMKM Bank Umum per Juli 2026 tercatat Rp80,4 triliun. Angka ini turun 1,77% secara tahunan (YoY) dibandingkan Juli 2025 yang sebesar Rp81,9 triliun.
Kepala OJK Sumbagut, Triyoga Laksito, mengatakan perlambatan ini menjadi sinyal penyaluran ke sektor UMKM belum optimal.
“Kredit UMKM Bank Umum di Sumut sedikit menurun dari Rp81,9 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp80,4 triliun pada Juli 2026, atau turun 1,77% YoY. Artinya, penyaluran ke segmen UMKM belum tumbuh seperti segmen lainnya dan masih perlu didorong lebih kuat,” ujar Triyoga, Minggu (27/9/2026).
Struktur kredit perbankan di Sumut saat ini masih didominasi korporasi sebesar 47%, sementara porsi UMKM baru 24,2%.
“Porsi UMKM yang masih sekitar seperempat dari total kredit menunjukkan ruang peningkatan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dan menengah masih terbuka,” katanya.
Di sisi lain, kualitas kredit UMKM juga tertekan. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) naik dari 3,72% pada Juli 2025 menjadi 4,10% pada Juli 2026.
Meski masih di bawah ambang batas aman 5%, OJK mengingatkan kenaikan tersebut harus menjadi perhatian serius perbankan.
“Kenaikan ini perlu diperhatikan karena menunjukkan tekanan kualitas kredit UMKM yang mulai meningkat,” pungkasnya.
Penulis : Wahyu Danil









