MANDAILING NATAL, SSOL.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal menetapkan dan melantik Saudari Dewi Wahyuni Hasibuan sebagai Ketua Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Mandailing Natal periode 2026–2027. Penetapan kepemimpinan tersebut berlangsung setelah melalui dinamika organisasi yang cukup alot sebelum akhirnya keputusan diambil.
Proses penetapan kepemimpinan ini diwarnai berbagai pandangan dan pertimbangan organisatoris. Setelah melalui dinamika yang berkembang, HMI Cabang Mandailing Natal akhirnya menetapkan Dewi Wahyuni Hasibuan untuk menakhodai KOHATI pada periode 2026–2027.
Dinamika tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi yang menuntut kedewasaan berpikir, sikap saling menghargai, serta komitmen terhadap keberlangsungan organisasi. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi, selama tetap mengedepankan mekanisme, konstitusi, dan kepentingan bersama.
Dengan dilantiknya Dewi Wahyuni Hasibuan sebagai Ketua Umum KOHATI, diharapkan seluruh elemen organisasi dapat memperkuat konsolidasi dan membangun kembali soliditas kader. Kepentingan organisasi harus menjadi prioritas utama, melampaui kepentingan pribadi maupun kelompok, demi menjaga keberlangsungan gerakan HMI-Wati di Kabupaten Mandailing Natal.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadikan KOHATI sebagai ruang pengembangan kapasitas intelektual, kepemimpinan, integritas, dan kepekaan sosial kader perempuan. KOHATI juga diharapkan terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas kaderisasi serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.
Sebagai bagian integral dari HMI, KOHATI memiliki posisi strategis dalam membentuk kader perempuan yang memiliki kesadaran keislaman, keindonesiaan, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, kepengurusan periode 2026–2027 diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan program kerja, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya kader.
Melalui kepemimpinan Dewi Wahyuni Hasibuan, KOHATI HMI Cabang Mandailing Natal diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat, menghidupkan ruang-ruang intelektual, serta memperkuat peran perempuan dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan awal dari tanggung jawab kolektif untuk membawa KOHATI menjadi organisasi yang progresif, berintegritas, dan konsisten dalam menjalankan misi perjuangan.
Pada akhirnya, dinamika yang telah dilalui diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat persatuan dan meneguhkan komitmen bersama. Dengan demikian, KOHATI HMI Cabang Mandailing Natal periode 2026–2027 dapat menjalankan roda organisasi secara solid, konstitusional, dan berorientasi pada kepentingan umat dan bangsa. (*)
Penulis : Hotma
Editor : Yuli









