Arif Tampubolon, ” Rencana Rapat Korsup KPK RI, Pemborosan, Batalkan”

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melaksanakan kegiatan rapat koordinasi supervisi (Korsup) dalam rangka pencegahan korupsi di Hotel Manhattan, Jakarta, yang lokasinya tidak jauh dari Gedung Merah Putih KPK.

Kegiatan korsup pencegahan korupsi tersebut berlangsung selama 2 hari pada 25-26 Februari 2026, di saat bulan suci ramadan, yang diikuti oleh peserta sebanyak 140 orang, dengan biaya ratusan juta rupiah.

Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK) Arief Tampubolon menilai rapat koordinasi supervisi pencegahan korupsi di hotel mewah tersebut merupakan bentuk pemborosan anggaran yang dilakukan oleh KPK.

“Itu namanya KPK melakukan pemborosan anggaran. Koordinasi supervisi pencehagan korupsi itu kan hanya kegiatan cakap cakap saja, tidak perlu dilaksanakan di hotel mewah. Apa gedung Merah Putih KPK sebesar itu tidak cukup ruangannya untuk dijadikan lokasi rapat, apa lagi di bulan suci ramadan,” ungkap Arief Tampubolon kepada wartawan di Medan, Senin (9/2).

Baca Juga :  KSPSI AGN Sumut dan DJP Wilayah I Sumut Tanda Tangani Pakta Integritas Kepatuhan Wajib Pajak

Menurut Arief, rapat korsup pencegahan korupsi di Hotel Manhattan itu harus dibatalkan. Ketua KPK Setyo Budiyanto harus bertanggungjawab atas agenda kegiatan pemborosan anggaran tersebut.

Kegiatan pemborosan anggaran yang tidak ada urgensi serta manfaatnya kepada rakyat Indonesia, Ketua KPK Setyo Budiyanto, lanjut Arief, harus segera mengevaluasi pimpinan deputi pencegahan. Kegiatan seperti itu sangat bertentangan dengan semangat asta cita Presiden Prabowo Subianto.

“Salah satu asta cita Presiden Prabowo itu pemberantasan korupsi, bukan pencegahan korupsi. Setyo Budiyanto harus paham itu, harus kurangi kegiatan pencegahan korupsi yang dampaknya tidak ada bagi rakyat Indonesia, apa lagi terhadap asta cita Prabowo,” tegas Arief Tampubolon.

Baca Juga :  Pemko Pekanbaru Salurkan Bantuan Rp1,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumut

Arief pun berharap dewan pengawas (Dewas) KPK segera bertindak dan membatalkan semua agenda kerja deputi pecegahan yang memboroskan, khususnya rapar koordinasi pencegahan korupsi yang tidak ada manfaatnya bagi rakyat Indonesia.

“Bila perlu Dewas KPK melapor langsung ke Presiden Prabowo agar internal KPK kembali ke ruhnya. Agar dapat terlaksana dengan maksimal pemberantasan korupsi yang sudah akut di republik ini, agar asta cita Presiden Prabowo berjalan dengan baik dan lancar,” tutupnya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD
Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina
Narkoba dan Judi Online Jadi Tantangan Baru, Layanan Rehabilitasi Dorong Dukungan Pemerintah
Muhri Fauzi Hafiz Dorong Pengawasan Sekolah Rakyat Diperketat
KAMMI Sumut Geruduk DPRD,Soroti  Polemik KPID dan Anggaran DPRD
LIPPSU Minta Audit Proyek SMA Unggulan Nias Rp87,3 Miliar
Sukses Dan Meriah Harmoni Milad 27 Th Pendawa Miliki Nilai Persaudaraan Yang Kokoh
Batas Waktu Semakin Dekat Namun P-APBD Deli Serdang Belum Juga di Tetapkan
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD

Senin, 21 September 2026 - 18:11 WIB

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Senin, 21 September 2026 - 18:08 WIB

Narkoba dan Judi Online Jadi Tantangan Baru, Layanan Rehabilitasi Dorong Dukungan Pemerintah

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Muhri Fauzi Hafiz Dorong Pengawasan Sekolah Rakyat Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 17:54 WIB

KAMMI Sumut Geruduk DPRD,Soroti  Polemik KPID dan Anggaran DPRD

Berita Terbaru

Daerah

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Senin, 21 Sep 2026 - 18:11 WIB