Bupati Deli Serdang Tangani Dampak Banjir di Desa Bandar Kwala-Galang, Warga Akan Direlokasi ke Huntara 

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, SSOL.ID – Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, mengambil langkah cepat menangani dampak banjir yang menyebabkan erosi parah di Bantaran Sungai Ular, Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (02/11/2026).

Langkah penanganan dilakukan melalui relokasi warga masyarakat dari kawasan rawan serta penataan bantaran sungai menjadi jalur hijau guna mencegah jatuhnya korban dikemudian hari.

Langkah tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi terdampak, pada Senin (02/11/2026). Banjir yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) dini hari menyebabkan 11 rumah warga masyarakat mengalami kerusakan, dengan bagian belakang bangunan runtuh akibat tanah disekitar bantaran sungai terus tergerus arus air. Badan jalan juga mengalami keretakan karena tanah disekitarnya terus terkikis.

Saat melihat kondisi bibir sungai, Bupati menyebut pengikisan telah terjadi di sepanjang kawasan tersebut. Bahkan, lebar sungai yang sebelumnya diperkirakan sekitar 20 meter kini telah mencapai 40 hingga 50 meter.

“Hari ini saya langsung meninjau saudara-saudara kita yang terdampak longsor di pinggir sungai. Kita lihat memang sudah sepanjang daerah sungai itu mulai tergerus. Sungai ini juga sudah semakin lebar,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Melalui Subuh Keliling, Kapolresta Deli Serdang Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Peninjauan yang dilakukan bersama Danramil 18 Galang, Kapten Infanteri Aris, Kapolsek Galang, AKP. Doli Suryanto Silaban, perwakilan Danbrigif 77/RR, Bupati memutuskan bahwa warga masyarakat yang terdampak tidak diizinkan kembali tinggal di kawasan tersebut. Imbauan juga diberikan kepada warga lainnya.

Sebagai gantinya, Bupati mengungkapkan warga terdampak akan direlokasi ke hunian sementara (Huntara) yang lebih layak agar tidak lagi menempati tenda darurat.

“Beberapa ada yang tinggal di rumah saudara. Meskipun di tenda, kita lengkapi semuanya, mulai dari makanan, air bersih, administrasi kependudukan, sampai kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak. Kita berharap masyarakat tetap semangat melanjutkan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Terkait relokasi, Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk pihak PTPN melalui Adolina, untuk sinergi penyediaan lahan bagi warga terdampak.

Relokasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menyiapkan hunian sementara sebelum dilanjutkan ke hunian tetap. Kajian menyeluruh juga dilakukan untuk menentukan langkah penanganan dan masa depan permukiman di kawasan tersebut. Kawasan bantaran sungai yang ditinggalkan nantinya diharapkan dapat ditata menjadi jalur hijau agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai permukiman.

Baca Juga :  Potensi Banjir Bandang di Barus, Bupati Masinton Imbau Warga Siaga

“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya PTPN Adolina, untuk merelokasi masyarakat. Kita siapkan tempat sementara, kemudian nantinya berlanjut ke hunian tetap. Kita berharap kawasan ini seluruhnya bisa menjadi jalur hijau agar tidak ada lagi korban di kemudian hari,” jelasnya.

Bupati mengingatkan, ancaman erosi masih berpotensi meluas apabila hujan deras dan peningkatan debit sungai kembali terjadi. Karena itu, relokasi menjadi bagian penting dari upaya melindungi masyarakat, mengingat permukiman yang masih tersisa juga berisiko terdampak jika sungai kembali meluap.

Selain memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, administrasi kependudukan warga yang terdampak juga telah diterbitkan kembali. Akses internet dan televisi juga diberikan di tenda hunian sementara untuk menunjang kenyamanan warga selama mengungsi serta membantu mereka tetap memperoleh informasi dan berkomunikasi.

“Persoalan mereka saat ini adalah tempat tinggal, tetapi aktivitas sehari-hari harus tetap bisa berjalan,” ungkapnya.

Melalui penanganan darurat dan rencana relokasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berharap keselamatan warga di sepanjang Sungai Ular dapat lebih terjamin, sekaligus mencegah risiko bencana serupa mengancam permukiman di kawasan itu pada masa mendatang. (*)

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Siapkan Anggaran Provinsi untuk Pembangunan Jalan Desa Mulai 2027
Disaksikan Bobby Nasution dan 22 Ribu Suporter, PSMS Tahan Imbang Persija 1-1
BPJS Kesehatan Puji Transformasi Layanan Kesehatan Medan, Rico Waas Ancam Cabut Izin Rumah Sakit yang Tolak Pasien
Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027
Safari Ashar Rico Waas di Silalas, Warga Keluhkan Air Bersih Sekolah hingga Ancaman Banjir
Tinjau Sungai Wampu Langkat, Bobby Nasution: Pengerjaan Tanggul Sudah Bersifat Permanen
Petani Deli Serdang Bisa Hemat Rp1 Juta per Hektare Lewat Alsintan Gratis
Bupati Deli Serdang Tinjau SMP Negeri 1 Bangun Purba, Inventarisasi Kebutuhan Fasilitas Sekolah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:02 WIB

Bobby Nasution Siapkan Anggaran Provinsi untuk Pembangunan Jalan Desa Mulai 2027

Rabu, 4 November 2026 - 23:59 WIB

Disaksikan Bobby Nasution dan 22 Ribu Suporter, PSMS Tahan Imbang Persija 1-1

Rabu, 4 November 2026 - 23:57 WIB

BPJS Kesehatan Puji Transformasi Layanan Kesehatan Medan, Rico Waas Ancam Cabut Izin Rumah Sakit yang Tolak Pasien

Rabu, 4 November 2026 - 23:54 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Rabu, 4 November 2026 - 23:51 WIB

Safari Ashar Rico Waas di Silalas, Warga Keluhkan Air Bersih Sekolah hingga Ancaman Banjir

Berita Terbaru