Sejarah Baru Fiskal: Belanja Negara 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Pertama Kali Lampaui Rp 4.000 Triliun

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SSOL.ID – Belanja negara Indonesia akan mencetak rekor baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, alokasi belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menembus angka Rp 4.000 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan, pemerintah mengalokasikan belanja sebesar Rp 4.097,2 triliun untuk tahun anggaran 2027. Angka itu naik cukup signifikan dibandingkan target belanja APBN 2026 sebesar Rp 3.842,7 triliun.

“RAPBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar ini pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia belanja negara melebihi Rp 4.000 triliun,” ujar Suahasil dalam Antara Business Forum 2026, Rabu (23/9/2026).

Menurut Suahasil, angka tersebut bukan sekadar besarnya anggaran, melainkan cerminan tanggung jawab fiskal yang besar. Belanja negara, kata dia, harus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.690 Hari Ini, Tapi Tarif AS Masih Membayangi

Ia merinci, anggaran jumbo itu akan diarahkan untuk program peningkatan produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga konektivitas infrastruktur. Program-program tersebut akan disinergikan dengan investasi Danantara dan sektor keuangan lainnya.

Dari sisi pendapatan, pemerintah memproyeksikan pendapatan negara pada 2027 mencapai Rp 3.426 triliun, naik tipis dari target APBN 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun. Dengan postur tersebut, defisit anggaran ditargetkan 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan pembiayaan Rp 671,2 triliun.

Sementara itu, APBN 2026 yang awalnya didesain dengan defisit 2,68 persen dari PDB, diprediksi melebar menjadi 2,85 persen pada akhir tahun seiring perubahan asumsi makro.

Baca Juga :  Universitas Tjut Nyak Dhien Kembangkan SISPADU, Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan dan Pupuk di Langkat

Hingga Agustus 2026, realisasi APBN masih berada di jalur yang direncanakan. Pendapatan negara tercatat Rp 2.055 triliun atau 65,2 persen dari target, tumbuh 25,4 persen secara tahunan. Belanja negara terealisasi Rp 2.295 triliun atau 59,7 persen dari target, tumbuh 17 persen. APBN mencatat defisit Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, dengan keseimbangan primer surplus Rp 154 triliun.

“Pada akhir Agustus kemarin APBN telah mengumpulkan pendapatan 65,2 persen dari targetnya. Untuk pencapaian akhir bulan Agustus menurut saya ini on track,” kata Suahasil.

Penulis : Wahyu Danil

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Cabai di Sumut Pedas, Tembus Rp 70 Ribu dan Lewati HET
Akses Modal Mudah, Bank Sumut Gulirkan KUR Tanpa Agunan di Taput
Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Melantai di Bursa Efek
Kuota KUR Bank Sumut Naik Jadi Rp2 Triliun, Ada Skema Bunga 0 Persen untuk UMKM Mikro
Bulog Sumut Genjot Penyaluran Beras SPHP Jadi 450 Ton per Hari, Harga Tetap Rp13.100/Kg
Harga Semen di Sumut Masih Tembus Rp85 Ribu per Sak
Bank Sumut Salurkan Dana PSR Rp44,5 Miliar untuk Peremajaan Sawit Rakyat di Sumut
OJK: 200 BPR/BPRS Lagi Proses Merger, 81 Bank Sudah Jadi 24
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Baru Fiskal: Belanja Negara 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Pertama Kali Lampaui Rp 4.000 Triliun

Selasa, 15 September 2026 - 07:39 WIB

Harga Cabai di Sumut Pedas, Tembus Rp 70 Ribu dan Lewati HET

Senin, 7 September 2026 - 20:32 WIB

Akses Modal Mudah, Bank Sumut Gulirkan KUR Tanpa Agunan di Taput

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Melantai di Bursa Efek

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Kuota KUR Bank Sumut Naik Jadi Rp2 Triliun, Ada Skema Bunga 0 Persen untuk UMKM Mikro

Berita Terbaru