Sengketa Lahan PTPN IV dan Warga Mariah Jambi Buntu

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN, SSOL.ID – Urusan penyelesaian sengketa lahan antara PTPN IV dengan 147 kepala keluarga (KK) warga Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, kembali menemui jalan buntu. Rapat fasilitasi yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui tim terpadu, Selasa (2/6), belum menghasilkan keputusan maupun kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Pertemuan yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Simamora, di Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, hanya menghasilkan imbauan agar masyarakat menempuh jalur hukum apabila ingin mempertahankan lahan yang saat ini diklaim masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN IV.

Dalam rapat tersebut, PTPN IV tetap mempertahankan klaim atas aset HGU yang dimilikinya. Sementara itu, masyarakat tetap berpegang pada Surat Keputusan (SK) Bupati Tahun 1968 sebagai dasar kepemilikan lahan yang telah mereka tempati selama puluhan tahun.

“Jadi hasil rapat ini, PTPN mempertahankan HGU mereka, masyarakat dapat menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku, dan semua pihak diminta menjaga ketertiban umum,” ujar Mixnon usai rapat.

Baca Juga :  Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut Lantik 26 Pejabat Administrator dan Fungsional

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat karena fasilitasi yang dilakukan pemerintah dinilai belum mampu menghadirkan solusi konkret terhadap konflik agraria yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Wakil Ketua DPRD Simalungun, Jefra H. Manurung, yang hadir mendampingi warga mengatakan kehadirannya bersama sejumlah anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) V merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat yang sedang memperjuangkan hak mereka.

“Kami hadir berdasarkan undangan masyarakat. Karena itu, kami bersama anggota DPRD lainnya tetap berada di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun,” kata Jefra.

Ia menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah lebih lanjut, termasuk menjembatani persoalan tersebut kepada pemerintah pusat maupun kementerian terkait agar konflik agraria tersebut tidak terus berlarut-larut.

Menurutnya, keberadaan SK Bupati Tahun 1968 yang terbit sebelum lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria perlu menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyelesaian sengketa.

“Saya berharap Pemkab Simalungun dan seluruh pihak yang hadir dapat berupaya menyelesaikan persoalan ini. Pemerintah juga harus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya karena hal ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Kajati Sumatera Utara bersama Jajaran Turun Langsung ke Titik Bencana Sumatra Utara Serahkan Bantuan

Jefra juga meminta masyarakat tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum.

“Ini persoalan bersama, bukan hanya melibatkan Pemkab, tetapi juga kepolisian, TNI, dan legislatif. Jika ada langkah hukum yang ditempuh, masyarakat memiliki hak untuk itu,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum masyarakat Nagori Mariah Jambi, Sangkot Manurung, menegaskan pihaknya akan terus mempertahankan lahan yang diklaim warga.

Menurutnya, perjuangan masyarakat didasarkan pada SK Bupati yang menyatakan lahan tersebut dikembalikan kepada masyarakat.

“Kami akan mempertahankan lahan 147 KK berdasarkan SK Bupati. Selama masih ada Pemerintah Kabupaten Simalungun, itulah yang menjadi dasar kami. Saya memperjuangkan persoalan ini sejak 8 Juni 2011,” kata Sangkot.

Hingga rapat berakhir, belum ditemukan titik temu antara masyarakat dan PTPN IV. Sengketa lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu diperkirakan masih akan berlanjut melalui proses hukum.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pagar Merbau Bersama Masyarakat Tinjau Lokasi Persiapan Proyek Pagar Merbau City
Bapenda Medan Intensifkan Pojok PBB Guna Optimalkan Penerimaan Pajak
Polda Sumut Proses Laporan Dugaan Penyekapan Pasien Rehabilitasi Narkoba di Medan
IPEMI Pematangsiantar Gelar Maulid Nabi 1448 H
Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD
Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina
Narkoba dan Judi Online Jadi Tantangan Baru, Layanan Rehabilitasi Dorong Dukungan Pemerintah
Muhri Fauzi Hafiz Dorong Pengawasan Sekolah Rakyat Diperketat
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:32 WIB

Camat Pagar Merbau Bersama Masyarakat Tinjau Lokasi Persiapan Proyek Pagar Merbau City

Selasa, 22 September 2026 - 14:35 WIB

Bapenda Medan Intensifkan Pojok PBB Guna Optimalkan Penerimaan Pajak

Selasa, 22 September 2026 - 11:28 WIB

IPEMI Pematangsiantar Gelar Maulid Nabi 1448 H

Senin, 21 September 2026 - 19:09 WIB

Pimpin Rakorpem Realisasi Anggaran Wali Kota MahyaruddinSalim, Dorong OPD Percepat Serapan dan Genjot PAD

Senin, 21 September 2026 - 18:11 WIB

Aktivis Minta Satgas PETI Sasar Pemodal Tambang di Madina

Berita Terbaru

Politik

Struktur PRI Medan Diklaim Capai 90 Persen

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:22 WIB

Kesehatan

IDAI Sumut Himbau Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:38 WIB